Rahmah

Duh, Banyak Orang Lupa Aqiqah Sampai Dewasa, Yuk Baca Ketentuannya dalam Islam

Hukum aqiqah sunah muakkadah bagi setiap bayi yang kahir


Duh, Banyak Orang Lupa Aqiqah Sampai Dewasa, Yuk Baca Ketentuannya dalam Islam
Masakan Kambing untuk Aqiqah (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Aqiqah adalah hewan yang disembelih ketika seorang bayi lahir berumur tujuh hari. Hewan yang disembelih biasanya adalah kambing, yang kemudian dibagikan dalam keadaan matang kepada orang fakir dan miskin.

Sebagian ulama berpendapat bahwa kambing Aqiqah bagi laki-laki adalah dua ekor, sementar bagi bayi perempuan satu ekor. Meskipun demikian, ada ulama lain yang menganggap cukup satu kambing baik bagi bayi laki-laki maupun perempuan.

Aqiqah dilakukan dengan niat agar seoraang anak bisa melakukan sedekah. Selain itu supaya kelak ketika anak sudah dewasa, menjadi anak yang baik. Hukum aqiqah sendiri adalah sunah mu'akadah bagi setiap bayi yang dilahirkan dari rahim ibunya.

Saat menyembelih aqiqah, disunahkan saat fajar menyingsing dan dianjurkan membaca doa berikut,

 باسم الله والله أكبر اللهم هذه منك وإليك اللهم هذه عقيقة فلان

Bismillah Wallahu Akbar. Allahumma hadiahi minka wa ilaika. Allahumma hadzihi aqiqatu fulanin

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah, aqiqah ini dari dan untuk Engkau. Ya Allah, ini adalah aqiqah Fulan (sebutkan nama bayi yang diaqiqah)"

Tetapi dalam faktanya, ada banyak orang yang hingga dewasa belum melakukan aqiqah. Entah karena masalah ekonomi atau karena ada alasan lain sehingga ia tidak sempat diaqiqah oleh orang tuanya.

Terkait ini, Syekh Nawawi Banten dalam kitab Tausyih ala Fathil Qaribil Mujib berikut;

 ولو مات المولود قبل السابع فلا تفوت بموته ولا تفوت العقيقة بالتأخير بعده أى بعد يوم السابع فإن تأخرت أى الذبيحة للبلوغ سقط حكمها فى حق العاق عن المولود أى فلا يخاطب بها بعده لانقطاع تعلقه بالمولود حينئذ لاستقلاله أما هو أى المولود بعد بلوغه فمخير فى العق عن نفسه والترك فإما أن يعق عن نفسه أو يترك العقيقة, لكن الأحسن أن يعق عن نفسه تداركا لما فات 

Artinya: “Andai si bayi wafat sebelum hari ketujuh, maka kesunahan aqiqah tidak gugur. Kesunahan aqiqah juga tidak luput karena tertunda hingga hari ketujuh berlalu. Kalau penyembelihan aqiqah ditunda hingga si anak balig, maka hukum kesunahannya gugur bagi si orang tua. Artinya mereka tidak lagi disunahkan mengaqiqahkan anaknya yang sudah balig karena tanggung jawab aqiqah orang tua sudah terputus karena kemandirian si anak. Sementara agama memberikan pilihan kepada seseorang yang sudah balig untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri atau tidak. Tetapi baiknya, ia mengaqiqahkan dirinya sendiri untuk menyusul sunah aqiqah yang luput di waktu kecilnya.”

Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa, orang yang hingga dewasa belum melakukan aqiqah, ada baiknya segera melakukannya. Bukan oleh orang tua lagi, akan tetapi oleh dirinya sendiri. Sebab, kewajiban orang tua men-aqiwahi anak ketika ia sudah dewasa menjadi gugur. Wallahu A'lam.[]