News

Dugaan Pembunuhan Laskar FPI, Polri Minta Masyarakat Tidak Asal Bicara

Masyarakat diminta tidak memberikan komentar yang belum bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya soal dugaan pembunuhan laskar FPI.


Dugaan Pembunuhan Laskar FPI, Polri Minta Masyarakat Tidak Asal Bicara
Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)

AKURAT.CO, Mabes Polri meminta masyarakat tidak berspekulasi atau memberikan komentar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya terkait dugaan pembunuhan di luar proses hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, polisi membuka ruang bagi masyarakat untuk menjabarkan bukti terkait kasus ini agar proses pengusutan berjalan lancar.

"Sesuai dengan Pasal 184 KUHAP, alat bukti yang sah itu keterangan saksi, dan keterangan juga petunjuk. Kita juga masih membuka ruang bagi siapapun yang memberikan keterangan," kata Ramadhan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/4/2021). 

Ramdhan mengakui selama ini banyak komentar dari masyarakat terkait dugaan pembunuhan terhadap laskar FPI. Namun, komentar masyarakat tidak bisa dipetanggung jawabkan. Alhasil, komentar itu tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti.

"Siapapun yang ingin melibatkan diri membantu Polri dalam pengungkapan ini kami terbuka berdasarkan aturan UU," tuturnya.  

Hingga saat ini, tim penyidik Bareskrim Polri sudah menetapkan tiga tersangka yang sebelumnya berstatus sebagai terlapor. Mereka merupakan anggota polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya. 

Namun, salah satu anggota polisi berinisial EPZ telah meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal awal Januari 2021 kemarin. Sehingga, penyidikan terhadap EPZ dihentikan berdasarkan aturan KUHAP.  

Sementara, polri belum membeberkan secara detail nama dua tersangka lainnya kepada publik. 

"Nanti akan disampaikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Rabu (7/4). 

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu