News

Dugaan Korupsi Rp17,6 Miliar Perum Perindo, Kejagung Tetapkan Tersangka Baru

Tim penyidik Kejagung kembali menahan satu tersangka baru diduga bersama-sama melakukan korupsi di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo).


Dugaan Korupsi Rp17,6 Miliar Perum Perindo, Kejagung Tetapkan Tersangka Baru
Ilustrasi - Korupsi (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Tim penyidik Kejaksaan Agung kembali menahan satu tersangka baru diduga bersama-sama melakukan korupsi di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo). Tersangka berinisial IG ini ditahan usai menyerahkan diri setelah dilakukan pemanggilan.

Penahanan IG didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-40/F.2/Fd.2/10/2021 tanggal 27 Oktober 2021 dan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-37/F.2/Fd.2/10/2021 tanggal 27 Oktober 2021.

"Tersangka IG dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 27 Oktober 2021 s/d 15 November 2021 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam rilisnya, Jakarta, Minggu (31/2021).

Dalam kontruksi perkara, peran tersangka IG dalam kasus ini sebagai salah satu pihak (secara pribadi) yang mengadakan kerja sama perdagangan ikan dengan mengggunakan transaksi-transaksi fiktif yang dilakukan Perum Perindo.

Kerja sama itu tanpa ada perjanjian kerja sama, tidak ada berita acara serah terima barang, tidak ada laporan jual beli ikan dan tidak ada dari pihak Perindo yang ditempatkan dalam penyerahan ikan dari supplier kepada mitra bisnis Perum Perindo dengan nilai kurang lebih Rp17,6 miliar.

Tersangka IG dilakukan pemanggilan kedua hari ini Rabu 27 Oktober 2021, namun yang bersangkutan sampai dengan pukul 12:00 WIB tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan.

"Kemudian penyidik memperkirakan saksi akan melarikan diri dan selanjutnya Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus mengeluarkan Surat Perintah Membawa Saksi," kata Leo.

Dalam pemantauan Tim Pidana Khusus, yang bersangkutan dari siang hingga malam pukul 19:30 WIB, termonitor pergerakannya berpindah-pindah di daerah wilayah DKI Jakarta.

Penyidik memancing saksi IG dengan menghubungi melalui HP namun tidak diangkat. Tidak lama kemudian, saksi IG menghubungi penyidik, dan oleh penyidik yang bersangkutan diminta untuk hadir di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.