News

Dugaan Korupsi PT AMU, Petinggi PT Askrindo Dicecar Soal Penerimaan Biaya Operasional

Kejagung sejauh ini telah memeriksa mantan Dirut PT AMU dalam kasus tersebut


Dugaan Korupsi PT AMU, Petinggi PT Askrindo Dicecar Soal Penerimaan Biaya Operasional
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penyidikan dugaan korupsi pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama (PT. AMU) Tahun Anggaran 2016 s/d 2020 terus dikebut. Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung meminta keterangan saksi untuk menemukan tersangkanya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, penyidik memeriksa tiga saksi dalam perkara dugaan rasuah PT AMU. Ketiga saksi merupakan pejabat PT Askrindo.

"Saksi-saksi digali soal penerimaan biaya operasional PT AMU," kata Leo saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Saksi-saksi yang diperiksa antara lain FP selaku Kasi Keuangan dan Umum PT Askrindo Cabang Lampung yang diperiksa terkait penerimaan biaya operasional PT. AMU Perwakilan Lampung.

Saksi AFM selaku Pimpinan Cabang (Pincab) PT. Askrindo Cabang Lampung, diperiksa terkait penerimaan biaya operasional PT. AMU Perwakilan Lampung.

Kemudian saksi  LH selaku Kepala Cabang Utama PT. Askrindo diperiksa terkait dengan pengelolaan keuangan di Kantor Cabang Utama Kemayoran PT Askrindo. 

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT AMU," kata Leo.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa FCVT selaku mantan Direktur Utama PT AMU dan A selaku mantan pimpinan wilayah atau Area Managing Director PT Askrindo Bandung.

FCVT diperiksa terkait persetujuan pencairan dana operasional perwakilan PT AMU dan terkait dengan produksi PT AMU. Sementara A diperiksa terkait pembagian biaya operasional.

Diketahui, dalam kasus ini, penyidik Kejagung menemukan fakta hukum dan alat bukti yang cukup untuk menaikkan status hukum perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan PT AMU periode 2016/2019 tersebut. 

Terkait perkara ini, penyidik Kejagung juga telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda yaitu di Kantor Pusat PT Askrindo Kemayoran Jakarta Pusat, Kantor PT AMU di Sunter Jakarta Utara dan di Gudang Arsip PT Askrindo di Cempaka Putih Jakarta Pusat. 

Dikutip dari situs webnya, PT Askrindo Mitra Utama merupakan anak perusahaan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo. PT AMU bergerak dalam bidang keagenan pemasaran produk–produk PT Askrindo.[]