News

Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalan di Bengkalis, KPK Periksa Pimpinan PT ISPRO

Didik akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.


Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalan di Bengkalis, KPK Periksa Pimpinan PT ISPRO
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan akan memeriksa Pimpinan PT ISTPRO Didik Marhaendra Alam Hidayat terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan Didik akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Hari ini (23/6) pemeriksaan saksi TPK dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Kab. Bengkalis Prov.Riau TA 2013-2015,  untuk tersangka MNS (M Nasir), atas nama DIDIK MARHAENDRA ALAM HIDAYAT Pimpinan PT ISTPRO," ucap Ali dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

baca juga:

Ali menyampaikan pemeriksaan terhadap saksi akan dilakukan tim penyidik di Poolsek Mandau, Jalan Jenderal Sudirman No.1, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Ali tidak menjelaskan terkait apa saja yang akan didalami lewat pemeriksaan saksi tersebut. Namun diyakini, pemeriksaan terhadap Akam dilakukan guna melengkapi informasi beserta bukti perkara pada kasus tersebut. 

Terkait kasus tersebut, diketahui, KPK telah menetapkan M Nasir sebagai tersangka dalam lima kasus. Terakhir, pada 11 Agustus 2017, KPK mengumumkan M Nasir sebagai tersangka proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, tahun anggaran 2013-2015.

Sebelumnya, M Nasir menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp152 miliar. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar (HOS).

M Nasir juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait dengan proyek tahun jamak (multiyears) peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis TA 2013-2015 dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp156 miliar. M Nasir ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, yakni Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB) selaku kontraktor.

Kemudian, KPK menetapkan M Nasir tersangka korupsi proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar. 

Dalam perkara ini M Nasir ditetapkan sebagai tersangka bersama Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor, masing-masing adalah I Ketut Suarbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Terakhir, M Nasir menjadi tersangka dalam proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multiyears) TA 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp41 miliar. M Nasir dan Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka.[]