News

Korupsi Pembelian Gas Bumi, Kejagung Telisik Kerjasama PDPE Sumsel dengan PLN

Saksi diperiksa soal perjanjian PT. PDPDE Sumsel dengan PT. PLN.


Korupsi Pembelian Gas Bumi, Kejagung Telisik Kerjasama PDPE Sumsel dengan PLN
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa satu dugaan kasus korupsi Pembelian Gas Bumi oleh Perusahaan Daerah (PD) Pertambangan Dan Energi (PDE) Sumatera Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, adq dua saksi yang diperiksa. Saksi diperiksa soal perjanjian PT PDPDE Sumsel dengan PT PLN.

"Saksi yang diperiksa yaitu AYN selaku Direktur PT Palsin Anugerah Adil dan Direktur PT. Lintas Nusa Investama," kata Leo di kantornya, Rabu (23/6/2021).

Leo menambahkan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi.

"Ada tidaknya perbuatan melanggar hukum yang terjadi pada Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi Sumatera Selatan," kata Leo.

Sebelumnya sejumlah saksi telah diperiksa. Di antaranya adalah SA selaku Legal PT Mitra Energi Buana. Saksi diperiksa terkait proses kerjasama PD.PDE Sumsel dan PT. DKLN me embentuk perusahaan patungan PT. PDPDE Gas.

Hingga saat ini, Kejagung belum menetapkan siapa tersangkanya.

Diketahui, kasus ini berawal dari perjanjian jual beli gas bagian negara antara KKS Pertamina Hulu Energi (PHE), Talisman dan Pacific Oil dengan Pemprov Sumsel.

Hak jual ini adalah Participacing Interest PHE 50 persen, Talisman 25 persen, dan Pacific Oil 25 persen yang di berikan dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah  Pemprov Sumsel.

Praktiknya, bukan Pemprov Sumsel yang menikmati hasilnya, tapi PT. PDPDE Gas (Rekanan) yang diduga menerima keuntungan yang fantastis selama 2011-2019.

PDPDE Sumsel selaku wakil Pemprov Sumsel hanya menerima total pendapatan kurang lebih Rp38 miliar dan dipotong utang saham Rp8 miliar. Bersihnya kurang lebih Rp30 miliar selama 9 tahun.

Sebaliknya, PT PDPDE Gas mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan gas bagian negara ini. Diduga selama kurun waktu 8 tahun, pendapatan kotor sekitar Rp977 miliar. Dipotong biaya operasional, bersihnya kurang lebih Rp711 miliar. []

Bayu Primanda

https://akurat.co