News

Dudung Bilang Semua Agama Sama di Mata Tuhan, Politisi PKS Bereaksi Keras

Bukhori Yusuf menilai pernyataan Dudung justru kontraproduktif dengan upaya menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat.


Dudung Bilang Semua Agama Sama di Mata Tuhan, Politisi PKS Bereaksi Keras
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurrachman tentang 'semua agama sama di mata Tuhan' berbuntut panjang.

Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PKS  Bukhori Yusuf menilai pernyataan Dudung justru kontraproduktif dengan upaya menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat. Hal hasil pernyataan Dudung menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat.

"Jadi, apa yang dikatakan Jenderal Dudung ini juga kontraproduktif. Dia bukan dalam kapasitasnya untuk mengatakan itu. Itu kapasitasnya kampus, ulama atau MUI," kritik Yusuf yang disampaikan di Jakarta, Jumat (17/9/2021). 

Yusuf mengatakan, seharusnya pernyataan Dudung tentang agama tidak menggunakan narasi keberagaman yang justru timbulkan kontroversi di masyarakat.

"Tidak perlu dia lakukan itu. Artinya kalau dia mau mendidik atau menciptakan situasi yang lebih kondusif di korsanya misalnya, tidak harus kemudian melakukan atau menyatakan sesuatu yang di luar dari tupoksinya. Atau di luar kapasitasnya. Karena masalah agama ini sangat sensitif," ungkapnya. 

Dia menambahkan, sensitifitas isu agama harusnya disadari semua pihak. Apalagi, masyarakat tahu bahwa negara ini diperjuangkan dan dipertahankan oleh agama-agama ataupun tokoh agama. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman pada Senin (13/9/2021) meminta para prajuritnya untuk tidak fanatik berlebihan dalam beragama dan lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. 

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” kata Jenderal Dudung seperti dilansir dari laman resmi Kostrad. Pernyataan itu lalu viral di media sosial dan menjadi pergunjingan warganet.[]