News

Dubes Ukraina Yakin Rusia Tak Akan Menang Meski Kirim 300 Ribu Pasukan: Upaya Putus Asa

"Kami tahu kalian (Rusia) akan memobilisasi satu juta orang dan kalian akan tamat."


Dubes Ukraina Yakin Rusia Tak Akan Menang Meski Kirim 300 Ribu Pasukan: Upaya Putus Asa
Seorang penyelamat berjalan di depan sebuah rumah yang hancur akibat serangan rudal Rusia di pinggiran Odesa, Ukraina pada 19 Juli 2022 ( Reuters/Igor Tkachenko)

AKURAT.CO Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menyebut Rusia tak akan menang sekalipun mengirimkan 300 ribu pasukan cadangannya ke negaranya.

Hamianin percaya Rusia bukan hanya mengirimkan 300 ribu melainkan 1 juta pasukan pasca penandatangan dekrit mobilisasi oleh Presiden Vladimir Putin.

"Kami tahu kalian (Rusia) akan memobilisasi satu juta orang dan kalian akan tamat," kata Hamianin di UGM, Sleman, Jumat (22/9/2022).

baca juga:

Akan tetapi, Hamianin percaya, melihat ketidaksiapan militer Negeri Beruang Merah melakukan invasi maka mereka hampir mustahil menaklukkan Ukraina.

"Saat pasukan Rusia memulai serangan ke Ukraina Februari (2022), kami menemukan tentara mereka membawa ransum yang sudah kedaluwarsa sekitar 2015 lalu," ujarnya.

Bukan cuma itu, lanjut dia, angkatan bersenjata Rusia memakai peralatan lawas yang bahkan seperti dari era Perang Dunia II. Mereka tak dilindungi rompi antipeluru bahkan.

"Memang, pasukan udara, rejimen operasi khusus, mereka diperlengkapi lebih baik. Tapi, mayoritas seperti di bawah standar," ujarnya.

Moskow kini juga mulai kekurangan sumber daya manusia hingga harus merekrut para kriminal, pecandu alkohol, serta pemilik utang di bank untuk ikut menginvasi Ukraina.

Demikian pula amunisi dan drone tempur yang stoknya harus dipenuhi secara impor dari Korea Utara juga Iran. Kata Hamianin, situasi benar-benar tak berpihak pada Rusia, di mana mereka harus keluar dari teritori dan berhadapan pula dengan alam.

Hamianin yakin, suhu musim dingin di Ukraina yang bisa mencapai minus 20-30 derajat Celsius serta hujan salju akan menyiksa para tentara Kremlin.

"Jadi, bayangkan saja 300 ribu pasukan tanpa amunisi, perlengkapan, dan persenjataan memadai, dan tanpa tempat untuk tinggal. Karena kamilah yang mengontrol wilayah memakai drone dari satelit," ungkapnya.

Hamianin percaya menyetop invasi ke Ukraina adalah jalan satu-satunya militer Rusia keluar dari ambang kehancuran ini. Katanya, mobilisasi pasukan cadangan tak akan berbuah apapun kecuali aksi protes besar-besaran di negara mereka sendiri.

"Mobilisasi pasukan Rusia berarti upaya putus asa," pungkasnya. []