News

Dubes Ukraina Klaim Militer Rusia Mulai KO, Sebut Mobilisasi 300 Ribu Pasukan Percuma

Hamianin menyebut perbandingan korban jatuh dari tentara Rusia dan Ukraina kian besar.


Dubes Ukraina Klaim Militer Rusia Mulai KO, Sebut Mobilisasi 300 Ribu Pasukan Percuma
Anggota layanan pasukan Rusia naik di atas kendaraan lapis baja di daerah yang dikuasai Rusia di wilayah Zaporizhzhia di Ukraina ( Alexander Ermochenko/Reuters)

AKURAT.CO Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin mengeklaim tentara Rusia semakin berjatuhan dalam upaya menginvasi negaranya.

Hamianin menyebut perbandingan korban jatuh dari tentara Rusia dan Ukraina kian besar.

Ia memberi gambaran, bahwa perbandingan jumlah korban antara tentara penginvasi dan pasukan pertahanan adalah 3:1 di era perang modern ini. Sedikitnya, diperlukan pasukan penyerang tiga kali lebih banyak dari tentara pertahanan.

baca juga:

"Proporsi dari awal perang ini adalah 5:1. Saat operasi kontra ofensif di Kharkiv, jadi 1:10. Satunya adalah tentara Ukraina dan sepuluhnya pasukan Rusia," kata Hamianin di UGM, Sleman, Jumat (22/9/2022).

Banyak dari militer Rusia, menurut Hamianin, antara terbunuh, terluka, tertangkap, atau kabur.

Hamianin percaya, sedari awal invasinya Rusia memang tidak siap. Terbukti dari temuan ransum kedaluwarsa sejak 2015 hingga perlengkapan tempur ketinggalan zaman yang kostum era Perang Dunia II. Bahkan mereka tak dilindungi rompi antipeluru.

"Memang, pasukan udara, rejimen operasi khusus, mereka diperlengkapi lebih baik. Tapi, mayoritas seperti di bawah standar," ujarnya.

Moskow kini juga mulai kekurangan sumber daya manusia hingga harus merekrut para kriminal, pecandu alkohol, serta pemilik utang di bank untuk ikut menginvasi Ukraina.

Demikian pula amunisi dan drone tempur yang stoknya harus dipenuhi secara impor dari Korea Utara juga Iran. Kata Hamianin, situasi benar-benar tak berpihak pada Rusia, di mana mereka harus keluar dari teritori dan berhadapan pula dengan alam.

Hamianin yakin, suhu musim dingin di Ukraina yang bisa mencapai minus 20-30 derajat Celsius serta hujan salju akan menyiksa para tentara Kremlin.

"Jadi, bayangkan saja 300 ribu pasukan tanpa amunisi, perlengkapan, dan persenjataan memadai, dan tanpa tempat untuk tinggal. Karena kamilah yang mengontrol wilayah memakai drone dari satelit," ungkapnya.

Hamianin percaya menyetop invasi ke Ukraina adalah jalan satu-satunya militer Rusia keluar dari ambang kehancuran ini. Pasalnya, perkiraannya, Moskow mulai kehabisan sumber daya manusia maupun amunisi dan persenjataan.

Katanya, upaya Rusia memobilisasi 300 ribu pasukan cadangan lewat dekrit Presiden Vladimir Putin tak akan berbuah apapun kecuali aksi protes besar-besaran di negara mereka sendiri.

"Mobilisasi pasukan Rusia berarti upaya putus asa," pungkasnya. []