News

Dua Tersangka Kasus Korupsi Jasindo Segera Diadili

Dua tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo (Persero) segera diadili Pengadilan Tipikor, Jakarta.


Dua Tersangka Kasus Korupsi Jasindo Segera Diadili
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri (Antara Foto)

AKURAT.CO, Dua tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo (Persero) segera diadili Pengadilan Tipikor, Jakarta. Berkas perkara kedua tersangka dinyatakan lengkap.

Pada Kamis (16/9/2021), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang bukti dan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo penuntutan agar dapat segera disidangkan.

Dua tersangka, yaitu Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasindo Tahun 2008-September 2016 Solihah (SLH) dan pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS) Kiagus Emil Fahmy Cornain (KEFC).

"Tim penyidik telah melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada tim jaksa dengan tersangka SLH dan tersangka KEFC karena kelengkapan berkas perkara para tersangka tersebut telah dinyatakan lengkap oleh tim jaksa," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Selanjutnya, penahanan terhadap keduanya dilakukan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing-masing selama 20 hari ke depan terhitung mulai 16 September sampai dengan 5 Oktober 2021. Solihah ditahan di Rutan KPK di Gedung Merah Putih KPK dan Kiagus ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim jaksa segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor. Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat," ucap Ali.

Diketahui, Solihah dan Kiagus ditetapkan KPK pada 20 Mei 2021 atas dugaan korupsi terkait kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo (Persero) dalam penutupan (closing) asuransi oil dan gas pada BP Migas-KKKS Tahun 2010-2012 dan Tahun 2012-2014.

Kasus tersebut merupakan pengembangan penyidikan dengan tersangka Direktur Utama PT Asuransi Jasindo periode 2011-2016 Budi Tjahjono yang saat ini perkaranya telah berkekuatan hukum tetap.

Atas perbuatannya, dua tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.