Olahraga

Dua Tahun Berlalu, Wenger tak Ingin Bayangannya Bertahan di Arsenal

Arsene Wenger meninggalkan Arsenal pada 2018 setelah melatih klub tersebut selama 22 tahun.


Dua Tahun Berlalu, Wenger tak Ingin Bayangannya Bertahan di Arsenal
Arsene Wenger, usai laga terakhirnya bersama Arsenal di kandang Huddersfield Town, 13 Mei silam. (REUTERS/Peter Powell )

AKURAT.CO, Dua tahun sejak berhenti dari 22 tahun pengabdiannya untuk Arsenal, satu hal yang mungkin agak unik dari sikap Arsene Wenger bahwa ia belum pernah kembali ke klub tersebut sejak itu. Wenger sengaja menjaga jarak karena tak ingin menjadi bayangan yang tak bisa dilepaskan dari citra Arsenal.

“Saya memilih untuk menjaga jarak secara penuh. Itu bukan berarti (jarak) secara emosional, hanya secara fisik,” kata Wenger dalam wawancara dengan BBC.

“Penting ketika orang-orang tidak melihat Anda sebagai bayangan. Itu mungkin seperti Anda masih tetap berusaha memengaruhi hal-hal dan mendapatkan caranya. Saya merasa bahwa hal terbaik untuk dilakukan adalah memutuskan itu dan menjauh.”

Mendarat di Arsenal pada 1996, Wenger membangun klub asal London itu dengan merebut gelar juara Liga Primer Inggris tanpa terkalahkan pada musim 2003-2004. Pelatih asal Prancis itu juga membantu The Gunners–julukan Arsenal–membangun stadion baru mereka, Stadion Emirates.

“Saya memberikan banyak keringat untuk mengembalikan uang stadion dan untuk menciptakan sebuah atmosfer dan infrastruktur yang membolehkan klub bekerja dengan baik dan berinvestasi di masa depan,” kata Wenger.

“Saya orang yang cenderung mengakhiri sebuah hubungan dan tidak melakukan kontak lagi dengan anak-anaknya tetapi tetap mencintai mereka.”

Kecintaan Wenger terhadap Arsenal juga disingkapkannya melalui penolakan sejumlah tawaran dari klub raksasa seperti Real Madrid, Bayern Muenchen, bahkan rival Manchester United. Wenger menyebut Madrid adalah pihak yang paling nyaris mendapatkan tanda tangannya dalam dua kali percobaan.

“Tentu saja Real Madrid–karena Anda tidak tahu seberapa banyak mereka yang menolak (Madrid) dua kali. Dan itu untuk bertahan dengan sebuah tim yang tidak punya sumber daya untuk memenangi kejuaraan. Tapi saya bilang pada diri saya bahwa saya akan tetap untuk tantangan melatih Arsenal, saya akan bergerak sampai penghabisan,” ucap Wenger.

“Anda punya beberapa tipe manajer berbeda. Saya adalah manajer terlama di Monako dan manajer terlama di Arsenal–jadi itu adalah bagian dari kepribadian saya.”

Kini, Wenger bekerja di FIFA untuk divisi pengembangan permainan sepakbola secara global. Misinya adalah mengembangkan sepakbola di kawasan yang belum semaju seperti di Eropa.

“Di Eropa, kita hidup dalam sebuah gelembung. Ada negara-negara di mana anak-anak tidak punya akses untuk latihan dan tidak ada infrastruktur. Saya ingin menciptakan program daring di mana semua orang bisa mengakses,” kata Wenger.

“Itu akan merinci apa yang harus dipelajari anak-anak dalam usia tertentu, seberapa sering mereka berlatih, dan kapan untuk meningkatkan tingkat kesulitan latihan.”[]