News

Dua Sumur Minyak di Irak Jadi Target Serangan Bom Teroris, Satu Polisi Tewas

Saat itu, para militan dengan menenteng bom menyerang Sumur 177 dan Sumur 183 yang terletak di ladang minyak Bai Hassan


Dua Sumur Minyak di Irak Jadi Target Serangan Bom Teroris, Satu Polisi Tewas
Militan menyerang dua sumur minyak di provinsi Kirkuk Irak utara pada Rabu (5/4) waktu setempat (Anadolu Agency)

AKURAT.CO, Para militan dilaporkan telah menyerang dua sumur minyak di kota Kirkuk di Irak utara. Karena ulah para militan ini, sumur minyak mengalami kebakaran, dan satu polisi tewas terbunuh dalam serangan. 

Diwartakan VOA hingga Anadolu Agency, insiden itu terjadi pada Rabu (5/5) waktu setempat. Saat itu, para militan dengan menenteng bom menyerang Sumur 177 dan Sumur 183 yang terletak di ladang minyak Bai Hassan.

Selama serangan, militan itu juga menyerbu pos keamanan yang berada di dekat ladang minyak. Dalam insiden ini, satu polisi tewas terbunuh, dan tiga lainnya luka-luka.

Salah satu pejabat keamanan menuturkan bahwa serangan di pos hanya dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian polisi. Sehingga dengan cara ini, anggota militan lainnya bisa dengan bebas menamanam dua bom di sumur minyak.

Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, seorang sumber keamanan sempat mengatakan bahwa seorang polisi tewas dalam serangan bersenjata oleh tersangka militan Daesh/ISIS yang menargetkan ladang minyak Bai Hassan.

Sementara itu, Kementerian Perminyakan Irak telah mencap para penyerang sebagai kelompok teroris.

"Pengeboman oleh kelompok teroris menargetkan sumur minyak no. 183 dan 177 di ladang minyak Bai Hassan di Kirkuk," terang kementerian dalam sebuah pernyataan.

Pasca serangan, tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan dan akhirnya api bisa cepat dipadamkan. Ledakan di dua sumur minyak ini juga dikatakan tidak menyebabkan kerusakan signifikan atau mengganggu operasi, seperti dilaporkan Reuters.

Provinsi Kirkuk memiliki setidaknya tiga ladang minyak, yakni Bai Hassan, Baba Gurgur, dan Havana. Ketiganya pun secara bersama-sama bisa memproduksi lebih dari 370 ribu barel minyak per hari.

Setelah berhasil merebut kembali wilayah yang dikuasai, pada 2017, Irak mendeklarasikan kemenangan atas Daesh/ISIS. Namun, kelompok tersebut ternyata masih mempunyai basis di beberapa area di Irak, dan secara sporadis melakukan serangan.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, para teroris Daesh/ISIS juga mampu meningkatkan serangan, terutama di daerah antara Kirkuk, Salahuddin, dan Diyala, yang dikenal sebagai Segitiga Kematian.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co