News

Dua Pasien Covid-19 Varian Omicron yang Meninggal Punya Penyakit Komorbid

Dua pasien Covid-19 varian Omicron meninggal dunia di RS Sari Asih Ciputat dan di RSPI Sulianti Saroso.


Dua Pasien Covid-19 Varian Omicron yang Meninggal Punya Penyakit Komorbid
Ilustrasi virus Corona (Covid-19). (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Dua pasien Covid-19 varian Omicron meninggal dunia di RS Sari Asih Ciputat dan di RSPI Sulianti Saroso.

"Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat, dan satu lagi merupakan pelaku perjalanan luar negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso," ucap juru bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi dikutip dari laman Kemenkes, Sabtu (22/1/2022).

Siti mengatakan, dua pasien corona varian baru, Omicron yang meniggal dunia memiliki komorbid. Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh komorbid jenis apa yang dimiliki pasien.

“Kedua pasien tersebut memiliki komorbid,” katanya.

Menurutnya, temuan itu merupakan kematian pertama Omicron yang memiliki karakteristik daya penularan yang tinggi.

Hingga Sabtu (22/1/2022) kasus Omicron di Indonesia mencapai 1.161 kasus. Dari ribuan kasus Omicron tersebut, 831 merupakan kasus dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Kemudian 282 kasus transmisi lokal, dan 48 lainnya masih diteliti sumber penularannya.

Angka ini membuat total kasus positif di Indonesia menjadi 4.283.453 kasus.

Sementara, untuk jumlah pasien sembuh dilaporkan sebanyak 627 orang, sehingga total pasien yang sudah sembuh sebanyak 4.122.555 orang. 

Adapun pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah sebanyak 5 pasien.

Dengan demikian, total pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 menjadi 144. 206 pasien.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 itu lantas mengingatkan agar masyarakat segera mengakses vaksinasi Covid-19 dua dosis hingga booster guna memberikan proteksi tambahan warga dari penularan varian Omicon maupun varian Covid-19 lainnya yang terus bermutasi.

"Tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas dalam praktik kehidupan sehari-hari untuk memberikan perlindungan yang optimal," ujar Nadia.[]