News

Dua Kelompok Ini Jadi Tantangan KPU dan Bawaslu di 2024

Dua Kelompok Ini Jadi Tantangan KPU dan Bawaslu di 2024
Komisioner Bawaslu RI, Lolly Suhenty. (Bawaslu.go.id)

AKURAT.CO Besarnya angka ceruk kelompok milenial dan centennial menjadi tantangan tersendiri bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu sebagai penyelenggara dan pengawasan pemilu pada 2024 nanti.  

Komisioner Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menjelaskan, temuan lembaga survei relevan dengan data statistik KPU yang menunjukkan kelompok milenial berjumlah 15,82 persen atau sekitar 30,1 jiwa dari total 190,5 juta jiwa yang memiliki hak pilih dan kelompok centennial sekitar 35,59 persen atau sekitar 67,8 juta jiwa dari total pemilik hak pilih. 

"Namun bila tidak di-manage, suara kelompok ini juga bisa menjadi delegitimasi bagi penyelenggaraan pemilu," katanya dalam webinar 'Siapa Untung Ambil Ceruk Suara Muda pada Pemilu 2024?' yang digelar oleh Lembaga Kajian Opini Publik (LKOP), Senin (28/11/2022). 

baca juga:

Menurut Lolly, KPU dan Bawaslu tidak mau kehilangan potensi suara dari dua kelompok ini. Berbagai program untuk lebih mendekatkan wacana pemilu di kalangan kedua generasi ini pun dilakukan agar mereka bisa menjadi pemilih partisifasi aktif, sehingga angka golput bisa ditekan semaksimal mungkin. 

"Kita tahu angka golput memang memiliki kecenderungan yang terus menurun di setiap pemilu, namun kita juga tidak mau kehilangan momen berharga ini," jelasnya. 

Beberapa program pemilu yang dilakukan oleh Bawaslu untuk menarik simpati kelompok milenial dan centennial di antaranya seperti program Bawaslu Bergerak Mengawasi Pemilu dengan Asyik yang bertujuan menarik partisipasi dan kepedulian kaum muda terhadap pelaksanaan pemilu.  

"Kita berharap pada kelompok ini mereka akan menjadi pemilih muda yang potensial, kritis dan menjadi pemilih yang educated," kata Lolly. 

Sebelumnya, Kepala Litbang Kompas, Toto Suryaningtyas, menyebut ada perbedaan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 mendatang dibandingkan pemilu sebelumnya. Bila dalam pemilu-pemilu sebelumnya, angka suara pemilih muda tidak terlalu diperhitungkan, maka pada Pemilu 2024 faktanya berbeda. 

Menurut beberapa lembaga riset, pada Pemilu 2024, terdapat hasil yang menunjukkan bahwa suara generasi milenial dan generasi Z diprediksi menjadi kelompok pemilih dengan proporsi terbesar.