Lifestyle

Dua Harimau Sumatra Positif Covid-19, Pahami Penularan Virus Corona pada Hewan

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hewan terinfeksi virus corona akibat melakukan kontak erat dengan manusia yang positif Covid-19


Dua Harimau Sumatra Positif Covid-19, Pahami Penularan Virus Corona pada Hewan
Harimau Sumatra (pedomanbengkulu.com)

AKURAT.CO, Covid-19 tidak hanya menginfeksi manusia, tapi satwa juga. Terbaru, dua harimau Sumatra, Hari (12 tahun) dan Tino (9 tahun), yang berada di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) juga dinyatakan positif Covid-19 pada 15 Juli 2021. 

Beberapa pekan sebelumnya kedua harimau tersebut sakit dan mengalami gejala seperti Covid-19, yakni flu, lemas, dan sesak napas.

"Ya, Hari dan Tino adalah Harimau Sumatra. Mereka didiagnosis positif Covid-19 15 Juli lalu," kata Anies melalui unggahan di Instagram pada Minggu (1/8/2021). 

"Sekitar tiga minggu lalu, perawat satwa di Ragunan memperhatikan bahwa Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala seperti Covid-19, yaitu flu, lemas dan sesak napas," jelas Anies lagi. 

Setelah menjalani karantina, kedua harimau Sumatra itu berangsur pulih. Kasus Covid-19 pada satwa terkena Covid-19 termasuk, terutama harimau dan singa, tidaklah unik. Telah banyak kasus serupa di berbagai negara lain. Kasus pertama Covid-19 pada hewan  dilaporkan terjadi di Kebun Binatang Kentucky, Amerika Serikat pada 11 Desember 2020. Tiga macan tutul salju terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani tes.

Bagaimana hewan bisa terinfeksi Covid-19?

Melansir dari situs Center for Diseases Control and Prevention (CDC), sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hewan terinfeksi virus corona akibat melakukan kontak erat dengan manusia yang positif Covid-19. Dalam banyak kasus, kondisi ini masih mungkin terjadi meski pengasuh hewan telah mengenakan alat pelindung diri.

Hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, diketahui menjadi hewan yang berpotensi besar terpapar Covid-19. Selain hewan peliharaan, beberapa hewan di kebun binatang dan cagar alam telah dinyatakan positif Covid-19, terutama kucing besar seperti singa, harimau, puma, dan macan tutul salju. Namun, belum ditemukan kasus Covid-19 pada hewan-hewan ternak seperti ayam, bebek, dan sapi. 

Meski tidak terlalu menimbulkan kekhawatiran, para ilmuwan tetap waswas pada akibat dari penularan virus corona pada hewan, terutama hewan liar. Tidak seperti hewan di rumah, penangkaran, atau kebun binatang, hewan liar tidak mendapat pemeriksaan secara rutin. 

Sophie Gryseels, ahli biologi evolusioner di Universitas Antwerp, Belgia menyebut jika infeksi Covid-19 terjadi pada hewan liar, maka penularannya sulit dikendalikan. 

“Maka tidak ada harapan untuk pemberantasan,” ujarnya. 

Selain itu, virus corona kemungkinan besar akan berevolusi dan mungkin akan muncul saat pandemi sudah mereda. Pada saat itu terjadi, vaksin yang ada saat ini kemungkinan tidak mampu lagi mengatasi virus tersebut. 

Oleh sebab itu, pemerintah juga wajib melakukan berbagai upaya agar Covid-19  juga tidak sampai menular kepada hewan, terutama hewan liar. Pemeriksaan kepada semua hewan pun perlu dilakukan. Mulai dari hewan di rumah, kebun binatang, klinik hewan, tempat penampungan, penangkaran, dan sebagainya.

Selain itu, The American Veterinary Medical Association dan CDC juga mengingatkan pasien Covid-19 untuk selalu menjaga jarak dari hewan peliharaan dan hewan lain, seperti halnya dengan orang lain. Apabila hewan peliharaanmu dinyatakan positif Covid-19, segera lakukan karantina. 

Berdasarkan data yang terkumpul, kasus Covid-19 pada hewan memang jarang terjadi. CDC pun menyatakan bahwa sangat kecil kemungkinan hewan menyebarkan virus corona ke manusia, Namun, hal ini tetap harus diwaspadai.