Ekonomi

Dua Hal Diyakini Jadi Kunci Utama Akselerasi Ekonomi Nasional, Apa Saja?

BPS meliris pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74% secara year on year (YoY)


Dua Hal Diyakini Jadi Kunci Utama Akselerasi Ekonomi Nasional, Apa Saja?
Sejumlah gedung yang berdiri di Jakarta, Senin (8/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) meliris pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74% secara year on year (YoY).

Terkait hal tersebut, Anggota DPR RI Guspardi Gaus mengatakan, dengan masih kontraksinya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 sebesar 0,74% menunjukkan ekonomi Indonesia masih terjebak dalam kondisi resesi ekonomi.

Melalui keterangan tertulisnya, Guspardi menyampaikan bahwa konsumsi rumah tangga yang lesu dan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) serta berbagai masalah dalam pencairan dana program perlindungan sosial menjadi faktor penyumbang minusnya pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021.

"Struktur ekonomi secara keseluruhan belum berubah sama sekali seperti sektor transportasi, perhotelan, dan restoran tetap berada pada zona bertahan hidup," ucapnya melalui lansiran web resmi DPR RI. 

Berdasarkan data sementara yang di sampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai Rp134,07 triliun (19,2%) dari total anggaran sebesar Rp699,43 triliun hingga posisi per 16 April 2021.

Untuk itu Guspardi mendesak Pemerintah agar terus melakukan akselerasi belanja dan melakukan percepatan pencairan paket stimulus pemerintah seperti BLT dan bansos model Cash transfer dan program lainnya yang sudah ada dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Untuk mendorong daya beli masyarakat, Program PEN harus terus diperkuat dan semakin terarah untuk mendukung dunia usaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan," imbuhnya.

Di samping itu, transformasi sektor digital perlu didorong karena di tengah pandemi Covid-19 dengan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) sebagian besar masyarakat bergeser ke digital.

"Menggenjot ekspor dan investasi juga mesti terus ditingkatkan. Pasalnya, kedua indikator ini mempunyai kontribusi penting untuk pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya ketika konsumsi rumah tangga, penyumbang ekonomi terbesar tengah tertekan," tandasnya.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co