News

Dua Geng Pelajar di Bantul Buat Surat Perjanjian Bermaterai Sebelum Bentrok, Ini Isinya

Bukti surat pernyataan kedua geng ditemukan terdokumentasi di dalam ponsel milik salah seorang dari mereka


Dua Geng Pelajar di Bantul Buat Surat Perjanjian Bermaterai Sebelum Bentrok, Ini Isinya
Para tersangka bentrok geng pelajar di Mapolres Bantul, Senin (8/11/2021) (akurat.co/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Jajaran Polres Bantul menagkap 11 orang anggota geng sekolah yang diduga terlibat aksi tawuran hingga menewaskan seorang pelajar. Sebuah barang bukti berupa surat perjanjian bentrok bermaterai ditemukan dari ponsel salah satu pelaku.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menjelaskan, kelompok ini diduga terlibat bentrok antar sesama geng SMA di Bantul.

"Namanya (geng) Stepiro dan Sase. Dua-duanya dari Sewon," kata Kapolres di Mapolres Bantul, Senin (8/11/2021).

baca juga:

Ihsan melanjutkan, kedua geng ini sebelum bentrok terlibat saling tantang via WhatsApp. Setelahnya, perwakilan dari Stepiro dan Sase bertemu untuk membuat surat perjanjian. 

Bukti surat pernyataan kedua geng ditemukan terdokumentasi di dalam ponsel milik salah seorang dari mereka.

"Geng ini mau menunjukkan eksistensinya merasa gengnya paling nekat," imbuh Ihsan.

Dijelaskan Ihsan, surat perjanjian bermaterai itu berisikan sejumlah kesepakatan. Antara lain, tidak boleh melapor kepada siapa pun, dilarang visum, dan wajib menanggung risiko masing-masing.

Poin kesepakatan lainnya adalah jika salah satu geng tidak datang maka dianggap kalah. Lalu, joki atau pengendara motor tidak boleh jadi sasaran, alias hanya boleh menyerang pembonceng selaku eksekutor atau petarung.

"Artinya yang bertindak fighter yang punya nyali. No alumni atau tidak ada alumni. Murni 023 (kode angkatan). Kedelapan, crash ketemu di jalan tanggung sendiri," urai Kapolres. 

Akhirnya, kedua geng bertemu untuk saling bertarung pada 29 September 2021 di Jalan Ringroad Selatan, Kasihan, Bantul pukul 02.30 WIB. Akibat bentrok dua kelompok ini, MKA (18), sebagai anggota Sase tewas karena luka tebas di dada.

Korban sempat dirawat selama 10 hari di rumah sakit, namun nyawanya tidak terselamatkan. 

Adapun korban luka lain berinisial RAW (17) yang juga sempat menjalani rawat jalan di suatu rumah sakit akibat cidera yang dialaminya pasca bentrok.

"Selanjutnya kita membentuk tim melakukan penyelidikan terhadap para pelaku khususnya dua geng sekolah ini. Setelah penyidikan intensif dan maraton, kami dapat mengamankan 11 diduga pelaku," ucap Kapolres.

Menurut Ihsan, 11 pelaku yang diamankan merupakan anggota geng Stepiro. Mayoritas adalah siswa kelas XII dan kelas XI, yaitu IS (18), NWSU (18), dan MNH (18), MFR (19). Keempatnya berperan petarung atau eksekutor.

Pelaku lainnya yang berperan sebagai joki adalah MYEP (18), WKR (18), ATK (18), dan RFS (18). Adapun pelaku yang masih berstatus anak bawah umur, yakni JA (16), CA (16), dan ZFN (17).

"Jadi pada saat mereka tawuran ada sebagai joki membawa motor dan ada fighternya membawa senjata tajam. Modelnya tawurannya saling berhadapan bawa motor," papar Kapolres. 

Selain 11 pelaku ini, masih ada 4 pelaku lain yang berstatus buron atau DPO. Mereka semua berperan sebagai petarung.

Dari kasus ini, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari tangan para pelaku. Berupa, sebilah celurit, dan pedang, kemudian tiga unit sepada motor. 

"Kita masih cari barang bukti lain. Mereka mengakui masing-masing bawa senjata khususnya fighter atau eksekutor," ujar Ihsan.

Para pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) Jo Pasal 358 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum dengan berujung jatuhnya korban. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Kemudian Pasal 170 ayat (2) Jo Pasal 358 KUHP atau Pasal 80 ayat 2 UU no.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak karena telah melakukan kekerasan bersama-sama di muka umum mengakibatkan korban luka berat. Ancaman hukumannya 9 tahun bui.

"Tiga orang di bawah umur kita proses sesuai dengan ketentuan, karena ada perlakuan khusus untuk anak-anak," tandas Kapolres. []