Olahraga

Dua Emas Disumbang Perenang Muda, PB PRSI Terus Gelorakan Pembinaan Usia Dini

Capaian yang diraih tim renang Indonesia kali ini lebih baik dari SEA Games Filipina 2019.


Dua Emas Disumbang Perenang Muda, PB PRSI Terus Gelorakan Pembinaan Usia Dini
Tim renang Indonesia, Ressa Kania Dewi, Angel Gabriella, Azzahra Permatahani dan Patricia Yosita saat turun di nomor estafet 4x200 meter gaya bebas putri SEA Games Hanoi 2021. (PB PRSI)

AKURAT.CO, Tim Renang Indonesia yang berkekuatan 17 atlet berhasil membawa pulang total 15 medali, dengan rincian 2 medali emas, 3 medali perak dan 10 medali perunggu pada gelaran SEA Games Hanoi 2021 yang berlangsung di Vietnam.

Capaian ini lebih baik dari SEA Games Filipina 2019 yakni 1 emas, 6 perak dan 7 perunggu. Bahkan dua kepingan emas disumbangkan dua perenang muda, Masniari Wolf (16 tahun) dan Flairene Candrea (17 tahun) yang menjadi bintang baru Indonesia.

Bukan hanya itu, emas tersebut juga sebagai pelepas dahaga, pasalnya sudah 11 tahun tim putri paceklik medali emas. Terakhir diraih Yessy Yosaputra pada nomor 200 meter gaya punggung putri pada SEA Games Jakarta-Palembang 2011.

baca juga:

“PB PRSI terus berusaha melakukan pembinaan, dan pada SEA Games kali ini memberikan kesempatan kepada perenang muda berpotensi untuk menunjukan kemampuannya,” ucap Sekjen PB PRSI, Ali Patiwiri.

“Semoga pada SEA Games 2023 juga banyak perenang muda yang dikirim, sehingga regenerasi terus berjalan.”

Ali bersama jajaran pengurus lainnya menyambut kedatangan tim renang di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu, 21 Mei 2022 pagi. Tim Indonesia yang dipimpin manajer, Wisnu Wardhana tiba dengan selamat di Jakarta.

“Selain Masniari dan Flairene, banyak perenang muda di Indonesia yang akan diberikan kesempatan sama,” ucap Wisnu.

“Selanjutnya kita akan evaluasi, dan yang terpenting adalah bagaimana menambah kuota perenang pada event selanjutnya. Karena Indonesia hanya kirim 17 atlet, lebih banyak Singapura (25) dan Thailand (23) yang juga terus gencar melakukan regenerasi.”

Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin Rahardjo bahkan menyarankan bahwa mayoritas perenang yang dikirim berusia di bawah 20 tahun agar regenerasi terus berjalan.

“Hasil yang luar biasa dari para perenang debutan yang masih 16 tahun dan 17 tahun. Regenerasi tidak bisa ditawar lagi. Selain kuota ditambah, di SEA Games 2023 sebaiknya mayoritas perenang yang dikirim di bawah 20 tahun,” kata Harlin.

“Mereka wajib diberi kesempatan untuk mendapat pengalaman dan membuat kejutan seperti Masniari dan Flairene. Tujuan besar  PB PRSI adalah meloloskan perenang ke Olimpiade, mereka lah yang nanti bisa mewujudkan hal tersebut Insya Allah.”

Beberapa perenang muda berbakat juga terus dipantau PB PRSI, seperti Kaikea Boyum di Amerika Serikat dan Elysha Chloe Pribadi sekolah di Australia. Serta perenang-perenang berbakat Indonesia lainnya seperti Adelia dan Serenna Karmelita.[]