News

Dua dari 85 WN Tiongkok Positif Covid-19, Kemenkes Pastikan Tak Bakal Dipulangkan

Kehadiran 85 warga negara Tiongkok yang tiba di tanah air pada 4 Mei lalu mulai memberi efek negatif.


Dua dari 85 WN Tiongkok Positif Covid-19, Kemenkes Pastikan Tak Bakal Dipulangkan
Petugas memasang alat pemadam api ringan (APAR) di sisi tempat tidur untuk pasien COVID-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/1/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kehadiran 85 warga negara Tiongkok yang tiba di tanah air pada 4 Mei lalu mulai mulai memberi efek negatif. Dua di antara 85 orang tersebut dinyatakan positif Covid-19. Itu diketahui setelah seluruh WN Tiongkok tersebut menjalani swab test pertama sesaat setelah tiba di Tanah Air.

Kedua WN Tiongkok yang positif Covid-19 kini menjalani karantina di Hotel Bandengan, Jakarta Utara selama 14 hari ke depan. 

"Iya benar. Dua dari 85 orang itu positif kategori tanpa gejala. Dua-duanya pria," Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Benget Saragih ketika dikonfirmasi, Jumat (7/5/2021).

Sementara 83 orang lainnya kini menjalani isolasi mandiri selama lima hari ke depan di sejumlah hotel yang tersebar di Jakarta. Mereka wajib menjalani tahapan isolasi mandiri untuk memastikan terbebas dari paparan virus mematikan itu. 

Meski begitu, dua warga Tiongkok yang terkonfirmasi positif itu tetap diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanannya setelah menyelesaikan masa isolasinya selama 14 hari. Selain itu, keduanya juga harus dinyatakan negatif Covid-19 dari dua kali swab test baru diperbolehkan melanjutkan perjalanannya. 

"Kita pastikan kalau 2 kali hasil swab-nya negatif, keduanya baru boleh melanjutkan perjalanan. Mereka itu TKA," ujar Benget.

Benget menjelaskan, 90 persen dari 85 WN Tiongkok itu, merupakan tenaga kerja asing (TKA). Kehadiran mereka di tanah air untuk bekerja. Sehingga meskipun dinyatakan positif Covid-19, seluruhnya akan tetap diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan dan tidak dipulangkan kembali ke negara asalnya.

"90 persen TKA, jadi mereka ke sini untuk bekerja, yang ke sini untuk liburan tidak bisa ke Indonesia. Pokoknya yang punya KITAS, KITAP, atau yang bekerja di fasilitas negara khususnya proyek strategi nasional, mereka boleh masuk ke Indonesia," lanjutnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co