News

Dua Bocah di Yogya Dicabuli Tukang Becak Usai Diiming-imingi Jajan

DP adalah tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Gedongtengen


Dua Bocah di Yogya Dicabuli Tukang Becak Usai Diiming-imingi Jajan
DP saat berada di Mapolresta Yogyakarta, Senin (27/6/2022) (akurat.co/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, DP (42), seorang tukang becak warga Gedongtengen, Kota Yogyakarta harus berurusan dengan polisi usai diduga melancarkan aksi cabulnya ke dua bocah perempuan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta Ipda Apri Sawitri mengatakan, korban masing-masing  berinisial AR dan IP. Keduanya baru berusia 5 tahun dan merupakan warga Gedongtengen.

Kejadian ini menimpa AR dan IP pada Kamis (13/1/2022) sekitar jam 11.30 WIB di wilayah Gedongtengen. Kedua korban kala itu itu tengah membeli jajan di suatu warung kelontong dan bertemu pelaku.

baca juga:

DP adalah tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Gedongtengen. Saat itu ia juga berniat membeli minuman di warung kelontong.

"Kemudian tersangka DP menyapa korban, lalu menanyakan korban, mau beli apa? Tersangka membelikan jajan ke AR dan IP," kata Apri di Mapolresta Yogyakarta, Senin (27/6/2022).

Pelaku saat itu juga memberikan uang masing-masing senilai Rp10 ribu kepada kedua korban. Setelahnya, DP pergi mengantar AR dan IP ke perkampungan wilayah Gedongtengen.

Setibanya di belakang bangunan salah satu masjid, DP mendadak menggendong AR. Pelaku mencium pipi dan bibir korban sebelum melakukan hal yang sama kepada IP.

Sebelum mengakhiri aksinya, pelaku berpesan kepada para korbannya. "Besok kalau mau jajan lagi bilang sama Om," sambung Apri menirukan keterangan DP.

Saat korban kembali ke rumah, ibunya menanyakan dari mana anaknya itu memperoleh uang Rp10 ribu. Jantung sang ibu nyaris copot ketika mendengar kesaksian putrinya.

Ibu korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Yogyakarta. Penyelidikan selama empat bulan akhirnya membuahkan hasil dan pelaku DP dapat diamankan pada 9 Mei 2022 lalu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan DP sebagai tersangka dan menahannya di rutan Polresta Yogyakarta.

Kepada petugas, pelaku berdalih nekat berbuat demikian lantaran sayang kepada anak perempuan. Alasannya, dia mengaku semua anaknya berjenis kelamin laki-laki.

Sementara, DP sendiri mengaku ternyata melakukan aksinya saat berada dalam pengaruh minuman beralkohol.

"Tersangka ini sudah beristri, anaknya dua," tutur Apri.

Dari kasus ini, polisi berhasil mengamankan serangkaian barang bukti. Berupa pakaian luar dan dalam korban serta jaket tersangka.

Atas perbuatannya, DP dijerat dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun," pungkas Apri. []