News

Dua Anggota Polisi di Aceh Timur yang Pukul Orang Gila Tidak Dibenarkan dan Lakukan Pelanggaran


Dua Anggota Polisi di Aceh Timur yang Pukul Orang Gila Tidak Dibenarkan dan Lakukan Pelanggaran
Politikus Gerindra Habiburokhman dan Ahmad Dhani (TWITTER/@habiburokhman)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut dua Anggota Polisi di Aceh Timur yang berkelahi dengan orang gangguan jiwa adalah sesuatu yang berlebihan. Karena video pemukulan atau perkelahian menjadi viral di media sosial, dan mencoreng nama baik Institusi Polri. 

"Soal pemukulan orang gila di Aceh saya kira sikap aparat berlebihan," kata Habiburokhman kepada AKURAT.CO saat dihubungi, Selasa (26/5/2020). 

Menurut dia, seharusnya dua Anggota Polisi cukup mengamankan saja, tanpa perlu adanya pemukulan terhadap orang gila yang berujung perkelahian. 

"Mestinya gak perlu dipukul seperti dalam video tersebut, cukup diringkus dan diamankan (orang gila atau gangguan jiwa)," ujar Habiburokhman.

 Anggota Komisi III DPR dari fraksi Partai Gerindra ini mengatakan bahwa dua anggota polisi melanggar kode etik Polri dan juga terjadinya pelanggaran tindak pidana berdasarkan hukum acara pidana (KUHAP), karena polisi tidak diperbolehkan melakukan pemukulan terhadap siapapun, termasuk orang yang mengalami gangguan jiwa. 

"Jelas ada pelanggaran, karena menurut KUHAP polisi gak boleh melakukan pemukulan," ucap Habiburokhman.             

Sebelumya diketahui video yang beredar di media sosial, dua oknum berseragam polisi sedang membawa sebuah spanduk.          

Lalu, ada juga seorang pria berkaus merah. Kemudian salah satu oknum polisi itu memegang kerah pria berkaus merah tadi yang diketahui orang yang mempunyai gangguan jiwa. 

Ia kemudian mendorong pria tersebut hingga tersungkur ke tanah. Tak berselang lama, oknum polisi satunya mendekati pria yang sudah terjatuh ke tanah tersebut. Dia melayangkan tendangan ke arah pria itu. Keduanya pun sama-sama terbanting ke tanah dan terjadi perkelahian. 

Setelah ditelusuri, peristiwa itu terjadi di Desa Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (23/5/2020).

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Mabes Polri, baik dari Kadiv Propam Polri maupun divisi Humas Polri setelah AKURAT.CO mencoba menghubungi terkait perkembangan kasusnya, apakah melanggar kode etik sebagai anggota polisi atau tidaknya. Dan bagaimana seharusnya sikap anggota Polri tersebut. []

Dian Rosmala

https://akurat.co