News

Drone Ukraina Serang 2 Pangkalan Udara Terdalam di Jantung Rusia, Moskow Murka!

Drone Ukraina Serang 2 Pangkalan Udara Terdalam di Jantung Rusia, Moskow Murka!
Rusia menembakkan rudal pada Senin (5/12) yang menghancurkan rumah-rumah di Ukraina tenggara dan memadamkan listrik di banyak daerah. (Associated Press)

AKURAT.CO Ukraina menuduh Rusia menembakkan rudal pada Senin (5/12) yang menghancurkan rumah-rumah di tenggara dan memadamkan listrik di banyak daerah. Sebaliknya, Rusia mengecam Ukraina yang mengerahkan drone untuk menyerang 2 pangkalan udara jauh di dalam Rusia, ratusan kilometer dari garus depan.

Dilansir dari Reuters, angkatan udara Ukraina mengaku telah menangkis lebih dari 60 atau 70 rudal yang ditembakkan oleh Rusia pada Senin (5/12). Serangan terbaru dalam beberapa pekan yang menargetkan infrastruktur penting ini telah memutus aliran listrik, panas, dan air ke banyak bagian negara itu. Tak pelak, beberapa wilayah Ukraina kembali gelap gulita dan menggigil di suhu yang saat ini berada di bawah nol derajat Celsius.

Setidaknya 4 orang tewas dalam serangan tersebut, menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Pekerja energi pun sudah mulai bekerja untuk memulihkan pasokan listrik.

baca juga:

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan drone Ukraina menyerang 2 pangkalan udara di Ryazan dan Saratov. Akibatnya, 3 prajurit gugur dan 4 lainnya terluka. Dua pesawat pun rusak karena terkena pecahan drone saat ditembak jatuh.

Ukraina belum terang-terangan mengeklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Jika memang benar mereka dalangnya, itu akan menjadi serangan terdalam di jantung Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Salah satu sasarannya adalah pangkalan udara Engels di dekat kota Saratov, 600 km dari wilayah terdekat Ukraina. Menurut komentaror Rusia di media sosial, jika Ukraina dapat menyerang sejauh itu di dalam Rusia, serangan itu mungkin juga dapat mengenai Moskow. Saratov sendiri terletak 730 km tenggara Moskow. Di pangkalan udara itu tersimpan pesawat pengebom milik pasukan nuklir strategis Rusia.

"Untuk menyingkirkan pesawat jarak jauh Rusia, Rezim Kyiv berupaya menyerang dengan pesawat tak berawak buatan Soviet di lapangan terbang militer Dyagilevo, di wilayah Ryazan, dan Engels, di wilayah Saratov," ungkap Kementerian Pertahanan Rusia.

Terbang di ketinggian rendah, drone itu dicegat oleh pertahanan udara dan ditembak jatuh. Korban tewas dilaporkan di pangkalan Ryazan, 185 km tenggara Moskow.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan drone ini sebagai tindakan teroris untuk mengganggu penerbangan jarak jauhnya.

"Meski demikian, Rusia menanggapi dengan serangan besar-besaran pada sistem kontrol militer dan objek terkait dari kompleks pertahanan, pusat komunikasi, unit energi dan militer Ukraina dengan senjata presisi tinggi berbasis udara dan laut," tambahnya.

Rusia mengeklaim seluruh 17 target yang dibidik berhasil terkena. []