Olahraga

Dramatis, Kambosos Rebut Tiga Sabuk Juara Dunia dari Lopez

Dua juri memberikan kemenangan untuk George Kambosos Jr sementara satu juri menyatakan pertarungan dimenangi oleh Teofimo Lopez.


Dramatis, Kambosos Rebut Tiga Sabuk Juara Dunia dari Lopez
Petinju asal Australia, George Kambosos Jr (kiri), ketika menghadapi lawan asal Amerika Serikat, Teofimo Lopez, di New York, AS, Sabtu (27/11). (TWITTER/DAZN)

AKURAT.CO, Petinju asal Australia, George Kambosos Jr, mencatat sejarah dengan merebut gelar juara dunia kelas ringan WBA (Super), WBO, dan IBF setelah mengalahkan bintang asal Amerika Serikat, Teofimo Lopez. Kambosos menang angka dalam pertarungan 12 ronde yang dramatis.

Bertempat di Teater Hulu, New York, Amerika Serikat, Sabtu (27/11) atau Minggu pagi WIB, pertarungan berlangsung aktif sejak ronde pertama. Kedua petinju tidak menunggu untuk melepaskan pukulan dan Kambosos menciptakan kejutan dengan menjatuhkan Lopez di ronde pertama.

Jatuhnya Lopez membuat penonton yang menghadiri pertarungan langsung di arena semakin menggila karena mereka tahu bahwa mereka bersiap menyaksikan laga yang hebat. Terutama karena Lopez adalah juara bertahan yang merebut sabuk dari Vasiliy Lomachenko tahun lalu sebagai kejutan.

Pertarungan berlangsung ketat dan ketika ronde semakin jauh wajah kedua petinju semakin lebam. Pun demikian, Lopez mendapatkan momennya ketika ia ganti menjatuhkan Kambosos di ronde kesepuluh.

Juri akhirnya memutuskan kemenangan untuk Kambosos dengan keputusan yang berimbang. Dua juri memberikan kemenangan untuk Kambosos sementara satu juri menyatakan pertarungan dimenangi oleh Lopez.

Kambosos tampak dominan pada ronde keempat dan kedelapan serta dua ronde terakhir. Kemenangan ini sekaligus menjadi sejarah karena untuk kali pertama petarung berusia 28 tahun itu menjadi juara dunia.

Drama tak selesai sampai di situ. Lopez ternyata tak bisa menerima begitu saja kemenangan Kambosos sekaligus menjadi catatan kekalahan pertama dalam rekor tak terkalahkan miliknya sebelum laga tersebut.

Dalam sesi wawancara Kambosos usai pertandingan, Lopez merebut mikropon yang sedang berada di tangan rivalnya. Kontan, sikap ini memicu sorakan ejekan dari penonton yang juga merupakan pendukung Lopez sendiri.

“Dia petarung yang baik, tetapi saya menang malam ini, Man,” kata Lopez ketika merebut mikropon Kambosos sebagaimana dipetik dari News.com.au.

Kambosos merespons ucapan tersebut dengan mengatakan, “kamu mengkhayal. Dengar, saya merebut sabuknya, saya memenangi pertarungan.”

Bagi Kambosos, kemenangan ini sekaligus menambah catatan pertarungannya menjadi 20 laga tak terkalahkan. Sementara Lopez harus puas dengan catatan 17 laga dengan sekali kalah.[]