News

Dr Nasrullah: Perayaan Satu Abad NU Bukan Seremonial Belaka, Tapi Upacara Spiritual

Dr Nasrullah: Perayaan Satu Abad NU Bukan Seremonial Belaka, Tapi Upacara Spiritual
Wakil Ketua PWNU Kalimantan Selatan Dr Nasrullah. (Repro)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan Nasrullah mengatakan perayaan satu abad NU bukan upacara seremonial belaka.

"Bagi kami warga Nahdlatul Ulama bukan upacara serimonial belaka, namun upacara spiritual yang penuh kekhusukan sebagai upaya bertadhim (mengagungkan) para muassis (pendiri) agar generasi Nahdlatul Ulama bisa mengambil pelajaran bagaimana akhlak para muassis yang penuh ketulusan dalam berjuang," kata dia melalui pesan elektronik yang diteruskan kepada Akurat.co di Jakarta, Senin (6/2/2023).

Nasrullah meyakinkan, umur seabad NU yang resepsinya akan digelar Selasa besok, 7 Februari 2023 atau 16 Raja 1444 Hijriah merupakan umur yang penuh sejarah dan memiliki pengalaman panjang dalam perjuangan keagamaan dan kebangsaan, melalui semua rezim negeri ini yakni Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi.

baca juga:

Menurut dia, perayaan juga sekaligus haul jamak para muassis, pendahulu dan pejuang NU dan bangsa Indonesia.

"Kondisi dan realitas sejarah perjuangan muassis untuk Nahdlatul Ulama serta bangsa yang tampa pamrih inilah kami haqqul yaqin Rasulullah, Muassis, pendahulu Nahdlatul Ulama dan para wali Allah hadir karena acaranya disertakan Bacaan Al-Qur'an, sholawat atas Nabi Muhammad Saw dan zikir-zikir sebagai thoriqoh agar terhubung lebih dekat kepada Allah SWT,"  tambahnya.

Menurutnya, penting bagi generasi penerus risalah NU merenung, bekerja keras untuk mengisi abad kedua karena kesuksesan NU saat ini sekali bukan kerja kita, melainkan kerja para muassis dan pendahulu yang dengan susah payah, dengan penuh cobaan serta ritangan melaluinya pada masa lalu.

Kemudian agar lebih khidmat dalam rangka doa bersama resepsi satu abad NU, dia mengajak untuk meniatkan diri, hadir di arena resepsi di Stadion Delta Gelora Sidoarjo, Jawa Timur, semata-mata karena Allah SWT agar memperoleh keberkahan sebagaimana perjuangan para muassis yang tidak ada kepentingan apapun kecuali untuk berkhidmat kepada umat dan bangsa.

“Menarik kita renungkan ungkapan bijak, "Barang siapa yang tidak bisa mengukir karya dan sejarah maka yaqinlah dia pasti akan dilupakan. Mari kita berdoa seraya mengucapkan selamat satu abad Nahdlatul Ulama yang kita cintai. Kemudian dengan bertekad kita akan berkarya, bekerja keras untuk mengisi abad kedua seperti apa yang dilakukan oleh muassis dan pendahulu kita," pungkas Nasrullah.