News

dr. Erlina: Apapun Varian Virus Covid, Protokol Kesehatannya Tetap Sama 

Jangan panik dan selalu jalankan protokol kesehatan dengan disiplin


dr. Erlina: Apapun Varian Virus Covid, Protokol Kesehatannya Tetap Sama 
Ilustrasi: Pemilik hewan mengantre saat vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan di halaman Kantor Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta, Selasa (16/11/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO - Dokter spesialis paru dari Departemen Pulmononologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia, dr. Erlina Burhan, Sp.P(K) mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik dengan kemunculan varian virus Covid-19 Omicron. Menurut dr. Erlina, varian baru apapun dari Covid-19 cara pencegahan dan protokol kesehatannya akan tetap sama. 

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Erlina saat menjadi narasumber dalam acara rilis hasil survei dari Indikator Politik Indonesia bertajuk "Kinerja Presiden, Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi dan Peta Elektoral Terkini". Acara dilaksanakan secara virtual, Minggu (5/11/2021). 

"Biarkan saja varian-varian(baru) itu ada. 1 hal yg perlu kita ingat, jangan sampai virus itu masuk ke dalam tubuh kita. Karena kalau di luar tubuh, dalam beberapa jam virus akan mati. Dan yang saya ingin dipopulerkan oleh media massa, apapun variannya, protokol kesehatannya sama," kata dr. Erlina.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar terhadap berbagai pembatasan yang melelahkan. Hal tersebut semata untuk menjaga kondisi pandemi di Indonesia yang kian kondusif. 

"Indonesia itu kondusif. Kita dalam kondisi sudah meraih kemenangan tapi ayo kita pertahankan kemenangan, yuk kita sabar. Dan itu tadu varian baru biarin, pemerintah sudah lakukan pengetatan-pengetatan, jadi sudah baik. Sekarang kita berusaha imbangi dengan perkuat sistem imun dan prokes tetap dijalankan. At least you do 3M," katanya. 

Lebih lanjut, ia juga meminta kepada media untuk menjadi agen edukasi kepada masyarakat terutama terkait pandemi Covid-19 ini. 

"Jadilah agen edukasi untuk masyarakat. Saya minta kepada media massa untuk mengedukasi masyarakat dan ingatkan jangan panik," imbuhnya. 

Terkait rencana pemberian booster vaksin kepada masyarakat, dr. Erlina menyarakan kepada pemerintah untuk lebih dahulu fokus mengejar target vaksinasi 70% untuk mencapai herd immunity. 

"Ada literatur yang mengatakan bahwa antibodi akan menurun setelah 6 bulan pasca suntikan kedua. Oleh krn itu perlu booster. 

Saya berharap di akhir tahun semoga target 70% vaksinasi sudah tercapai, sehingga herd immunity terbentuk, baru setelah itu saya dukung untuk pemberian booster," katanya. 

Terakhir ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengimbangin kebijkan pemerintah dengan menjaga pola hidup sehat. 

"Berbagai cara mesti dilakukan, pemerintah sudah lakukan rstriksi di pintu masuk, kita masyarakat harus perkuat sistem imun dengan vaksin, dan pola hidup sehat," tandasnya.[]