Ekonomi

DPR Setuju BBM Nonsubsidi Menyesuaikan Keekonomian, Harga Pertamax Bakal Naik?

DPR Setuju BBM Nonsubsidi Menyesuaikan Keekonomian, Harga Pertamax Bakal Naik?
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (26/3/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui penyesuaian harga untuk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sesuai dengan keekonomiannya.

Persetujuan itu tertuang dalam kesimpulan saat Komisi VI DPR RI mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Pertamina, pada Senin (28/3/2022).

"Komisi VI DPR RI mendukung penyesuaian harga bahan bakar minyak non subsidi yang mengikuti harga keekonomian minyak dunia untuk menjamin kesehatan keuangan Pertamina dalam menjalankan penugasan pemerintah," tulis salah satu poin kesimpulan yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima dan disetujui anggota dalam RDP tersebut.

baca juga:

Dalam poin kesimpulan berikutnya, Komisi VI DPR RI juga meminta agar pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) untuk membahas penyesuaian harga BBM dan LPG subsidi dan non-subsidi.

“Komisi VI DPR RI meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk segera membahas penyesuaian harga BBM dan LPG subsidi dan non-subsidi yang dikarenakan disparitas harga subsidi dan non subsidi yang semakin melebar dan gejolak harga internasional yang tidak menentu,” tulis poin berikutnya yang dibacakan Aria Bima.

Keputudan itu ditetapkan usai Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati meminta dukungan DPR untuk menyetujui penyesuaian harga BBM. Nicke menilai kenaikan BBM non-subsidi wajar karena Pertamax bukan untuk masyarakat miskin.

"Hari ini Pertamax belum mengikuti mekanisme pasar, jadi mungkin dukungan diperlukan. Even Pertamax itu digunakan untuk mobil bagus, jadi sudah sewajarnya dinaikkan karena ini bukan untuk masyarakat miskin,” kata Nicke.

Belakangan, BBM jenis Pertamax terus didorong agar harganya sesuai dengan keekonomian. Dengan kata lain, Pertamax menunjukkan tanda-tanda akan mengalami kenaikan harga.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan kenaikan harga minyak dunia juga mendongkrak harga harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP). Tingginya harga minyak dunia juga sangat berpengaruh terhadap harga BBM.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan batas atas harga jual jenis BBM umum RON 92 untuk bulan Maret 2022 sebesar Rp14.526 per liter.

Harga tersebut merupakan cerminan dari harga keekonomian BBM RON 92 berdasarkan formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM Umum.

Kata Agung, Harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 pada April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp14.526 per liter, bahkan bisa jadi mencapai Rp16.000 per liter.

“Jadi sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Menteri ESDM, saat ini kita masih mencermati harga minyak ini, karena kalau berkepanjangan memang bebannya berat juga baik ke APBN, Pertamina dan sektor lainnya," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Minggu (27/3/2022).

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif pada Kamis (24/3/2022) telah memastikan harga Pertamax berpotensi tidak mengalami penyesuaian atau kenaikan untuk enam bulan pertama tahun ini alias semester I-2022.

Kata dia, saat ini pemerintah masih memantau perkembangan geopolitik dan dampaknya pada harga minyak dunia.

Menurutnya, dari pembicaraan dengan negara anggota OPEC, suplai minyak dipastikan masih dapat tetap terjaga. Kendati demikian, untuk harga minyak dunia belum ada kepastian apakah dapat terjaga pada level yang memadai.

"Dari segi regulasi, kita melihat dampak kepada masyarakat berat atau tidak. Tapi (untuk harga) lihat di semester II,” pungkasnya.[]