News

DPR Minta Semua Pihak Tak Perdebatkan Vaksin Nusantara dengan Vaksin Lain

DPR Minta Semua Pihak Tak Perdebatkan Vaksin Nusantara dengan Vaksin Lain


DPR Minta Semua Pihak Tak Perdebatkan Vaksin Nusantara dengan Vaksin Lain
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). (DPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta kepada semua pihak tidak perlu memperdebatkan antara satu vaksin dengan vaksin yang lain. 

"Saya pikir ini tidak perlu diperdebatkan karena antara vaksin satu dengan vaksin lain itu tidak ada masalah," tegas Dasco kepada wartawan, Rabu (14/4/2021). 

Lebih lanjut Dasco menjelaskan, kehadirannya dengan sejumlah Pimpinan dan anggota Komisi VIII di RSPAD untuk diambil sampel darahnya yang akan diolah dengan sistem dendritic cell selama sekitar 7 hari untuk dijadikan Vaksin Nusantara. 

Dia mengatakan, setelah tujuh hari, sampel darah yang diambil tersebut dimasukkan kembali ke dalam tubuhnya untuk mengajarkan sel darah melawan virus yang masuk. 

"Prosesnya berjalan dengan baik dan tidak terlalu lama. Saya pikir kalau ini dijadikan proses vaksinasi, tidak akan membutuhkan waktu yang lama seperti proses vaksinasi biasa," terangnya. 

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan, dirinya sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan ada beberapa pertanyaan terkait penyakit yang diderita sebelum diambil sampel darahnya 

Dirinya mendukung produksi vaksin COVID-19 produksi dalam negeri, sehingga dirinya bersedia diambil sampel darahnya untuk melanjutkan fase II Vaksin Nusantara. 

"Kita harus mendukung produksi dalam negeri terutama buatan anak bangsa," serunya. 

Dia menilak, vaksin produksi luar negeri tidak mudah masuk ke Indonesia terutama saat ini terjadi embargo dari negara-negara penghasil vaksin. Karena itu, Dasco mendukung produksi vaksin dalam negeri dan juga vaksin mandiri. 

"Saya pikir dengan adanya Vaksin Nusantara akan menambah kekayaan vaksin apalagi ini produksi dalam negeri, sehingga bisa membantu pemerintah menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia," pungkasnya.[]