News

DPR: Kemenpora Tidak Perlu Bentuk Tim Investigasi

Dasco mengatakan Kemenpora perlu mengoptimalkan fungsi Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) ketimbang membentuk tim investigasi dalam menangani sanksi WADA


DPR: Kemenpora Tidak Perlu Bentuk Tim Investigasi
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/11/2019). (AKURAT.CO/Muslimin)

AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Kemenpora perlu mengoptimalkan fungsi Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) ketimbang membentuk tim investigasi dalam menangani sanksi dari Word Anti-Doping Agency (WADA).

Dasco mengatakan jika terlalu banyak tim yang dibentuk justru dapat membuat fokus penanganan masalah jadi terpecah.

“Saya pikir kan kejadian yang sudah terjadi itu mari menjadi pelajaran, bahwa kemudian hal ini (sanksi dari WADA) terjadi tentunya beberapa pihak mengetahui, termasuk di situ ada LADI, sehingga kita minta kepada lembaga anti doping itu untuk mengungkap, kalau terlalu banyak tim nanti pusing kita,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (21/10/2021).

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda dalam diskusi dialektika demokrasi bertema “Sukses Tim Thomas Cup Tanpa Kibaran Merah Putih, Ada Apa?” yang digelar di Media Centre DPR RI. Dia menyampaikan bahwa pihaknya mengkhawatirkan jika tim investigasi yang dibentuk Kemenpora tidak akan efektif, terlebih jika cara kerjanya adalah dengan melakukan lobi-lobi kepada WADA.

"Saya agak menyangsikan (tim investigasi yang dibentuk Kemenpora) dengan kerjanya yang bersifat lobying,” kata Syaiful.

Sebelumnya, Indonesia mendapatkan sanksi dari WADA karena dianggap tidak menjalankan target jumlah tes anti-doping tahunan. Ada empat sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia diantaranya harus membayar denda, mendatangkan konselor dari lembaga anti-doping negara lain, dilarang menyelenggarakan turnamen multi-event olahraga internasional serta dilarang mengibarkan bendera merah putih jika memenangkan multi-event olahraga internasional.

Sanksi dari WADA ini juga mengakibatkan Tim Thomas Cup Indonesia tidak dapat mengibarkan bendera merah putih setelah memenangkan kejuaraan bulu tangkis beregu putra kelas dunia tersebut pada 17 Oktober 2021.[]