News

DPR Desak Pemerintah Lebih Perhatikan Lagi PMI di Timur Tengah


DPR Desak Pemerintah Lebih Perhatikan Lagi PMI di Timur Tengah
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah untuk memperhatikan keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengawasan dan evaluasi Komisi IX, moratorium pengiriman PMI ke Timur Tengah justru menimbulkan masalah baru. Pasalnya, ditemukan adanya PMI ilegal yang dikirimkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Jumlahnya PMI ilegal ini pun semakin lama semakin banyak.

"Ini kan persoalan supply and demand. Di Indonesia, banyak yang membutuhkan pekerjaan dan siap diberangkatkan, di Timur Tengah banyak yang membutuhkan. Karena ada aturan moratorium, mereka lalu mengirimkannya melalui jalur informal," ungkapnya dalam keterangan resmi kepada AKURAT.CO, Jakarta, Kamis (5/7).

Saleh mengatakan, pengiriman PMI melalui jalur informal itu dilakukan dengan berbagai modus. Ada yang menggunakan visa kunjungan wisata, visa umroh, kunjungan keluarga dan lain-lain. Namun, sesampainya di negara tujuan justru dipekerjakan. Rata-rata mereka bekerja sebagai asisten rumah tangga.

"Kalau dibiarkan, ini tentu akan jadi persoalan belakangan nanti. Semakin banyak yang menempuh jalur informal, akan semakin sulit bagi pemerintah untuk mengawasi. Nanti kalau sudah ada masalah, kesulitan itu baru akan terasa," ujarnya.

Oleh karena itu, Saleh pun mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan membuka moratorium pengiriman PMI secara terbatas. Pengiriman PMI secara terbatas dimaksudkan untuk mengurangi PMI informal. Tentu pengiriman terbatas ini harus tetap dievaluasi dan diawasi secara baik. Dengan begitu, mereka yang dikirimkan akan aman dan diperlakukan secara baik.

"Ada atau tidak ada moratorium, faktanya pengiriman PMI tetap ada. Bukankah tidak sebaiknya dikirimkan secara prosedural dengan membuka moratorium secara terbatas? Saya kira itu jalan yang bisa ditempuh untuk sementara," kata Politisi dari PAN itu.[]