News

DPR Desak KSSK Antisipasi Krisis Akibat Dampak Resesi AS-China dan Perang Ukraina-Rusia

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat sinergi dan mengantisipasi dampak terburuk.


DPR Desak KSSK Antisipasi Krisis Akibat Dampak Resesi AS-China dan Perang Ukraina-Rusia
Anggota Komisi XI DPR Fraksi Gerindra Kamrussamad (Dok. DPR RI)

AKURAT.CO Resesi yang kini dihadapi Amerika Serikat (AS) dan China, serta perang berkepanjangan antara Ukraina-Rusia diyakini akan berdampak besar pada perekonomian global. 

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat sinergi dan mengantisipasi dampak terburuk.

"Menghadapi situasi yang semakin tidak pasti ini, KSSK harus perkuat sinergi dan ada roadmap yang jelas untuk antisipasi dampak-dampak terburuk,” kata Kamrussamad dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2022).

baca juga:

Kamrussamad menjelaskan, PDB AS pada kuartal II-2022 negatif 0,9 persen, setelah pada kuartal I-2022 juga negatif 1,6 persen. Menurutnya, kondisi tersebut membuat AS dipastikan mengalami resesi.

“Resesi di AS akan berdampak setidaknya pada dua hal bagi Indonesia. Pertama, tekanan ekspor karena AS akan berhemat dan mengurangi impor. Kedua, resesi ini akan direspons oleh the Fed dengan kembali menaikkan suku bunga. Kalau ini terjadi, potensi capital outflow akan semakin tinggi,” ucap politikus Partai Gerindra itu.

Ancaman krisis lainnya selain resesi AS, yakni pertumbuhan ekonomi China yang negatif. Hal itu diperparah dengan konflik geopolitik antara Rusia-Ukraina yang belum reda. 

Kamrussamad melihat hal tersebut akan berdampak pada performa ekspor Indonesia.

“Ini krusial, terutama bagi kinerja ekspor kita. AS, RRT, Eropa adalah negara-negara tujuan ekspor Indonesia. Jadi, kalau mereka melemah, permintaan ekspor turun dan harga komoditas turun" ungkap dia.

Kondisi tersebut menurutnya diperparah dengan kenaikan suku bunga The Fed.