News

DPR Berharap Hari Pemungutan Suara Pemilu 2024 Disepakati Sebelum Reses

Kepastian jadwal pemilu 2024 penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, persiapan peserta maupun penyelenggara pemilu


DPR Berharap Hari Pemungutan Suara Pemilu 2024 Disepakati Sebelum Reses
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa (Istimewa)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopa berharap waktu pelaksanaan Pemilu 2024 segera diputuskan. Menurutnya, semakin cepat hari pemungutan suara ditentukan akan semakin baik.

"Ya, lebih cepat lebih baik," kata Saan saat ditemui di gedung parlemen, Senyana, Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Saan mengatakan bahwa penentuan kepastian jadwal pemilu 2024 penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, persiapan peserta maupun penyelenggara pemilu. Untuk itu ia berharap sebelum masa reses DPR yang berikutnya,  keputusan terkait tanggal pemilu sudah didapatkan.

"Pertama kepastian kepada publik, publik sudah pasti pemilu itu di tahun 2024 satu hal. Itu menjawab spekulasi pemilu akan diundur, kan sudah terjawab 2024 sudah firm pemerintah. Kedua publik perlu juga tahu kepastian tanggal dan bulan. Di bulan apa pemilu. Dan ketiga, juga tentu untuk persiapan awal juga untuk penyelenggara, partai dan semua. Harapan kita sebelum reses sudah ada keputusan," jelas Saan.

Saan mengatakan penentuan kepastian pelaksanan pemilu perlu diputuskan dengan kesepakatan KPU dan Pemerintah. Karena pemerintah dan KPU belum bersepakat maka tidak akan ada kata sepakat di DPR.

"Kita lagi meminta agar pemerintah dan penyelenggara untuk sepakat dulu.Karena gini, selama pemerintah dan penyelenggara belum sepakat terkait jadwal, maka di DPR pasti tidak akan pernah ada kata sepakat juga. Pasti akan ada beda pilihan." Ungkap politisi Partai Nasdem tersebut. 

Meskipun tidak akan ada dampak terhadap tahapan persiapan jika penentuan tanggal pemilu tidak segera dilakukan, ia tetap berharap pemerintah dan KPU dapat segera mengambil keputusan. 

"Kita tidak mau untuk sebuah agenda besar, agenda politik, agenda demokrasi, itu dimulai dengan awalan yang tadi tidak bulat. Nanti udah nuansanya udah politis misalnya, masa sih untuk urusan jadwal aja harus kita voting misal berapa banyak di komisi 2 itu, nah kita tidak mau seperti itu," ngkap Saan. 

Saan mengatakan bahwa Komisi II akan segera mengagendakan pertemuan dengan KPU dan pemerintah sebelum masa reses nanti.[]