News

DPR Belum Terima Laporan Kasus Cacar Monyet di Indonesia

DPR Belum Terima Laporan Kasus Cacar Monyet di Indonesia
Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago. (AKURAT.CO/Faqih Fathurahman)

AKURAT.CO, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya resmi memberikan status wabah cacar monyet atau monkey pox sebagai darurat kesehatan global. 

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menyebut bahwa pihaknya saat ini belum menerima  laporan terkait penyebaran kasus cacar monyet di Indonesia. 

"Kami di Komisi IX  belum mendapatkan laporan secara khusus tentang penyebaran penyakit ini di indonesia. Yang pasti karena penyakit ini menular maka pemerintah dan masyarakat perlu berhati-hati," kata Irma ketika dihubungi oleh AKURAT.CO, pada Senin (25/7/2022). 

baca juga:

Politikus NasDem itu menyebut bahwa sejauh ini, pihaknya bersama dengan pemerintah masih terus mencegah penyebaran cacar monyet. 

"Menanggapi kondisi demikian, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sedang berupaya untuk terus melakukan upaya pencegahan penyebaran cacar monyet di Indonesia," ujar dia. 

Sebagai informasi, cacar monyet merupakan salah satu penyakit yang saat ini tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan di kalangan masyarakat. 

Cacar monyet sendiri disebabkan oleh virus human monkey pox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. 

Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.

WHO sendiri telah mengumumkan hal tersebut pada Sabtu (23/7), di tengah kasus cacar monyet yang menyebar cepat.

Label yang diberikan pada Sabtu menjadi tingkat kewaspadaan tertinggi dari WHO, yang juga dikenal sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC).  

Deklarasi itu dirancang untuk memicu respons internasional yang terkoordinasi dan dapat membuka pendanaan untuk perawatan maupun kolaborasi berbagi vaksin. []