News

DPP Demokrat Minta Majelis Hakim Gugurkan Gugatan Kubu Moeldoko

DPP Demokrat meminta majelis hakim PN Jakarta Pusat yang menyidangkan gugatan kubu Moeldoko Cs untuk digugurkan.


DPP Demokrat Minta Majelis Hakim Gugurkan Gugatan Kubu Moeldoko
Logo Partai Demokrat (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyidangkan gugatan kubu Moeldoko Cs untuk digugurkan. Pasalnya, para penggugat sudah dua kali absen dalam persidangan meskipun telah dipanggil untuk mengikuti proses persidangan sesuai permohonan mereka. 

Koordinator Tim Advokasi DPP Partai Demokrat, Mehbob menjelaskan, DPP Demokrat berharap majelis hakim kembali memanggil para penggugat yakni kubu Moeldoko Cs. Tetapi, kata dia, bila pada persidangan ketiga para penggugat tak hadir juga, majelis hakim layak untuk mempertimbangkan untuk menggugurkan gugatan itu. 

"Ini sudah 2 kali mereka absen. Kalau sidang berikutnya tak muncul, lebih baik majelis hakim gugurkan gugatan,'' kata Mehbob dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Selain berharap gugatan kubu Moeldoko Cs itu digugurkan karena absen pada dua persidangan sebelumnya, DPP Demokrat juga meminta perlindungan kepada Kapolri dan jajarannya. Sebab, kata dia, tiga Ketua DPC Partai Demokrat yang melaporkan kasus pemalsuan surat kuasa mendapat teror dan ancaman.

''Saya mohon sangat kepada Kapolri dan penegak hukum, agar 3 orang kader kami dilindungi. Usai melaporkan dugaan pemalsuan surat, mereka diancam dan diteror orang tak dikenal agar laporan polisinya di Polda Metro Jaya dicabut. Atas nama negara hukum dan demokrasi, kekerasan harus dikutuk semua orang,'' ujarnya.

Sekretaris Tim Advokasi DPP partai Demokrat Muhajir menambahkan, tindakan teror dan intimidasi yang dialami tiga orang Ketua DPC itu melanggar Pasal 28D ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 .

"Dalam konstitusi sudah jelas dikatakan, setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum," tambahnya.

Sebagai informasi, Ketua DPC Konawe Barat, Jefri Prananda, Ketua DPC Muna Barat, Laode Abdul Gamal, dan Ketua DPC Buton Utara, Muliadin Salemba mengaku namanya dicatut kubu Moeldoko dalam gugatan melawan Ketua Umum DPP Demokrat AHY dan Sekjen Teuku Riefky Harsya. DPP Demokrat menyebut, usai melaporkan kasus itu, ketiga Ketua DPC itu diteror.[]