Olahraga

Dovizioso Sebut Ducati tak Memperlakukannya dengan Baik

Andrea Dovizioso bahkan mengatakan pemilihan Jorge Lorenzo alih-alih Marc Marquez pada 2017 diputuskan secara sepihak oleh bos Ducati, Gigi Dall'Igna.


Dovizioso Sebut Ducati tak Memperlakukannya dengan Baik
Pembalap tim pabrikan Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso (kiri), mendapat beberapa sobekan di sebelah kanan pakaian balapnya usai terjatuh di tikungan enam saat melakoni sesi uji coba hari kedua di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Sabtu (8/2) sore WIB (TWITTER/ducaticorse)

AKURAT.CO, Pembalap MotoGP asal Italia, Andrea Dovizioso, akhirnya buka suara sejak ia tidak lagi bersama Ducati akhir musim lalu. Dovizioso menganggap Ducati tidak memperlakukan pembalap dengan baik di mana bos tim pabrikan Italia tersebut, Gigi Dall’Igna, cenderung mengambil keputusan secara sepihak.

Salah satunya, kata Dovizioso, adalah ketika Ducati memilih untuk merekrut Jorge Lorenzo pada 2017. Padahal, pada waktu itu ada peluang untuk memilih Marc Marquez dan tim juga mendukung untuk mendapatkan pembalap Repsol Honda tersebut.

“Semua keputusan yang diambil sejak dia (Gigi Dall’Igna) ada di sana, adalah keputusannya,” kata Dovizioso sebagaimana dipetik dari El Mundo Deportivo.

“Bagaimana (ketika dia) merekrut Lorenzo alih-alih Marquez pada 2017. Pada awal 2016 ada kemungkinan untuk membawa (Marquez), tetapi Gigi telah memutuskan bahwa dia ingin Lorenzo.”

Menurut Dovizioso, Ducati mulai menjadi tidak transparan dengan pembalap setelah pertemuan tim pada pertengahan 2019. Menurut Dovizioso, pertemuan yang seharusnya digunakan untuk membicarakan teknis menjadi pembicaraan soal kontrak pembalap.

Dovizioso mendebat Dall’Igna dengan mengatakan bahwa pertemuan tersebut seharusnya digunakan untuk berbicara dengan teknisi. Namun, kata Dovizioso, sikapnya seperti mengganggu Dall’Igna dan sejak itu sang bos mengambil semua keputusan secara pribadi.

“Itu seharusnya pertemuan teknis. Ada beberapa ide, ada perselisihan dan kami ingin pertemuan dengan seluruh teknisi. Itu dimulai sebagai pertemuan teknis, tapi berubah menjadi pertikaian antara kami dan, saya tidak tahu bagaimana menggambarkannya, Gigi merasa… dipukul, diserang,” kata Dovizioso.

“Menurut saya dia menutup pintu di sana, tetapi dia menutup mereka (tim) dengan kebungkaman.”

Dovizioso mengatakan bahwa situasi memburuk pada 2020 di mana tidak ada lagi komunikasi antara pembalap dengan Dall’Igna. Juga tanpa transparansi ketika akhirnya Dovizioso putus kontrak dengan Ducati di akhir tahun ini.

“Pada 2020 tidak ada komunikasi antara kami, bahkan mungkin sebelum itu hanya 30 persen. Untuk bisa bersama dia Anda tidak harus menentangnya,” ucap Dovizioso. “Mereka tidak punya perilaku transparan dengan saya. Kami tidak pernah bernegosiasi, saya tidak menerima tawaran perpanjangan kontrak apapun.”[]

Hervin Saputra

https://akurat.co