News

Dosis Ketiga Vaksin COVID-19 Pfizer Terbukti Sangat Ampuh, Ini Penjelasannya

Menurut data Pfizer, tingkat antibodi terhadap COVID-19 tampak menurun sekitar 8 bulan setelah menerima dosis kedua vaksin.


Dosis Ketiga Vaksin COVID-19 Pfizer Terbukti Sangat Ampuh, Ini Penjelasannya
Menurut data Pfizer, tingkat antibodi terhadap COVID-19 tampak menurun sekitar 8 bulan setelah menerima dosis kedua vaksin. (Foto: CGTN) ()

AKURAT.CO, Dosis ketiga vaksin COVID-19 dari Pfizer-BioNTech mampu sangat menguatkan perlindungan terhadap varian Delta, di luar perlindungan yang diberikan oleh 2 dosis standar. Temuan ini diungkapkan berdasarkan data baru yang dirilis Pfizer pada Rabu (28/7).

Dilansir dari CNN, data yang diunggah secara daring menunjukkan bahwa tingkat antibodi yang mampu mengincar varian Delta tumbuh 5 kali lipat pada orang berusia 18-55 tahun yang disuntik vaksin dosis ketiga. Di kalangan orang usia 65-85 tahun, data Pfizer menunjukkan tingkat antibodi yang melindungi dari varian Delta tumbuh 11 kali lipat lebih banyak daripada setelah dosis kedua.

Data yang diuji coba terhadap 23 orang ini belum ditinjau sejawat atau dipublikasikan.

Dalam dengar pendapat perusahaan pada Rabu (28/7), Dr Mikael Dolsten yang memimpin penelitian, pengembangan, dan kedokteran untuk Pfizer menyebut data baru dosis ketiga vaksin ini menggembirakan.

"Disuntik dosis ketiga lebih dari 6 bulan setelah vaksinasi ketika perlindungan mungkin mulai berkurang diperkirakan berpotensi meningkatkan konsentrasi antibodi penetralisir pada peserta dalam penelitian ini hingga 100 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pra-dosis ketiga," terangnya.

Selain itu, data ini menunjukkan kalau tingkat antibodi terhadap varian virus corona asli dan varian Beta juga jauh lebih tinggi setelah dosis ketiga.

Secara terpisah, Pfizer dan BioNTech merilis data keamanan dan kemanjuran terbaru untuk vaksin virus corona mereka pada hari Rabu (28/7). Data itu menunjukkan perlindungannya bertahan setidaknya selama 6 bulan, meski mulai sedikit berkurang menjelang akhir waktu itu.

Makalah pracetak yang diunggah ke laman medrxiv.org ini memperbarui hasil dari uji coba Pfizer yang melibatkan 44 ribu relawan di seluruh dunia.

Kemanjuran keseluruhan ditemukan sekitar 91 persen selama 6 bulan. Sementara itu, kemanjuran vaksin terhadap COVID-19 yang parah adalah sekitar 97 persen. 

Data menunjukkan bahwa kemanjuran vaksin mencapai puncaknya lebih dari 96 persen dalam seminggu hingga sekitar 2 bulan setelah menerima dosis kedua. Kemudian, angka itu menurun secara bertahap menjadi 83,7 persen dalam 4 hingga 6 bulan kemudian. Rata-rata penurunannya sekitar 6 persen selama 2 bulan terakhir.

Awal bulan ini, Pfizer mengumumkan telah mengamati berkurangnya kekebalan dari vaksin virus coronanya. Perusahaan itu pun mengatakan sedang berupaya mengembangkan dosis ketiga yang akan melindungi masyarakat dari berbagai varian. Mereka juga memutuskan akan mencari otorisasi penggunaan darurat dari Badan Makanan dan Obat-obatan (FDA) Amerika Serikat (AS) untuk dosis ketiga pada Agustus.

Di sisi lain, FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada saat itu beranggapan kalau rakyat AS belum membutuhkan dosis ketiga. Menurut FDA dan CDC, keputusan kapan dan perlu tidaknya dosis ketiga bukan bergantung pada keputusan perusahaan.

Meski begitu, Pfizer tetap akan mengirimkan data dosis ketiga vaksin virus corona kepada FDA bulan depan.

"Kami masih berdiskusi dengan FDA mengenai potensi penguat dosis ketiga vaksin saat ini. Dengan asumsi hasil yang positif, kami merencanakan pengajuan otorisasi penggunaan darurat pada awal Agustus," kata Dolsten.

Agar dosis ketiga dapat diberikan kepada warga di AS, izin penggunaan darurat yang dikeluarkan FDA untuk vaksin perlu diubah atau dosis ketiga dapat diberikan tanpa label jika sepenuhnya disetujui FDA.

"Kami selalu yakin booster dosis ketiga kemungkinan diperlukan dalam waktu 6-12 bulan setelah vaksinasi penuh untuk mempertahankan tingkat perlindungan tertinggi. Penelitian sedang dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dan imunogenisitas dosis ketiga," imbuhnya.

Ia juga menambahkan kalau datanya menunjukkan tingkat antibodi tampak menurun sekitar 8 bulan setelah menerima dosis kedua.

"Sambil menunggu persetujuan regulasi, kami juga berencana untuk memulai studi imunogenisitas dan keamanan pada bulan Agustus untuk mengevaluasi versi terbaru vaksin kami yang dirancang khusus untuk menargetkan varian Delta," pungkasnya. []