News

Dorong THR dan Gaji ke-13, Azis Syamsuddin: Ramadan Momen Tepat Genjot Konsumsi


Dorong THR dan Gaji ke-13, Azis Syamsuddin: Ramadan Momen Tepat Genjot Konsumsi
Wakil Ketua DPR RI Bid.Korpolkam sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar M. AZIS SYAMSUDDIN (Istimewa)

AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin optimistis dengan bergulirnya Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 pada periode Ramadan dan Lebaran 2021 mampu menggairahkan kembali daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19. 

"Optimistis, cara ini mampu meningkatkan konsumsi masyarakat.  Imbasnya, produsen juga tidak ragu dalam memberikan suplai lebih di pasar. Dorongan ini akan berdampak pada ekonomi arus bawah. Bahkan kalkulasi yang disampaikan Menko,  peningkatan konsumsi bisa menembus Rp215 triliun. Ini luar biasa!," ujaar Azis, Kamis (8/4/2021).   

Azis mengatakan, sejak awal DPR pakai untuk menolak adanya pemberian THR maupun Gaji ke-13 dengan cara dicicil. Ini sejalan dengan semangat dan harapan kelompok pekerja, menggairahkan roda ekonomi khususnya di daerah. Termasuk, upaya memberikan dukungan kepada dunia usaha.  

Dengan adanya insentif berupa tunjangan yang diberikan, Azis memandang kebijakan sinergi dengan program pemerintah lainnya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. 

"Harus ada nilai plus, dalam melihat potensi Ramadan kali ini. Jangan hanya mengedepankan pembatasan mudik, tapi bagimana mengoptimalkan konsumsi yang dibarengi dengan daya beli. Langkah yang paling pas adalah insentif tadi," tegasnya. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut meminta agar Pemerintah mempercepat penyaluran target atau output perlindungan sosial seperti PKH, kartu sembako, bansos tunai dan lainnya yang belum terpenuhi di triwulan I atau April sampai awal Mei 2021. 

Selain itu, DPR juga berharap, menjelang Lebaran, pemerintah akan mempercepat pencairan Kartu Sembako dari Juni ke awal Mei 2021 serta penyaluran program perlindungan sosial lainnya yang diperkirakan mencapai Rp14,12 triliun. 

"Sederet program ini, akan terasa di masyarakat di kalangan menengah ke bawah. Apalagi jika kalkulasi ini dilanjutkan dengan penyaluran bansos beras bagi masyarakat selama bulan Ramadan. Pak Menko sudah menyampaikan hal ini, dan DPR sangat mengapresiasi langkah cermat tersebut," jelasnya.  

Lebih lanjut Azis mengungkapkan, dari data yang diterima DPR, penyaluran bansos beras akan dilakukan pada akhir Ramadhan atau selama masa peniadaan mudik berlaku. Program bantuan beras sebesar 10 kilogram ini diberikan khusus masyarakat yang penerima kartu sembako. 

Apalagi, Pemerintah telah memastikan adanya pemberian  subsidi biaya untuk ongkos kirim (ongkir) gratis, terutama untuk pembelian produk lokal dan produksi UMKM dalam negeri. 

"Kami berharap kegiatan yang bekerjasama dengan asosiasi, platform digital, pelaku UMKM, produsen lokal, dan para pelaku logistik lokal terus berjalan. Tentu tidak sebatas musiman, atau Ramadan saja," ungkapnya. 

"Jika ini terus dilakukan, jelas akan memberi manfaat dalam merangsang pertumbuhan ekonomi selama Ramadhan dan Lebaran. Imbasnya, tentu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 yang ditargetkan minimal 5 persen atau 6,7 persen," sambungnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu