Tech

Dorong Kesetaraan Gender Digital, Huawei Gelar Women in Tech

Dorong Kesetaraan Gender Digital, Huawei Gelar Women in Tech
Sesi diskusi Women in Tech. (Dok. Huawei)

AKURAT.CO Huawei menilai kesenjangan gender digital dipengaruhi oleh minimnya akses dan literasi digital perempuan, peningkatan risiko keamanan siber bagi perempuan di masa pandemi, serta terbatasnya peran perempuan di industri TIK.

Untuk itu, perusahaan mendorong sinergi agar mengurangi kesenjangan gender digital dan memberdayakan perempuan Indonesia. Menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA), Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN), dan Telkom University sebagai tuan rumah, Huawei Indonesia menggelar seminar bertajuk Women in Tech: Tech for Her, Tech with Her, Tech by Her. 

Seminar tersebut diharapkan dapat mendorong penyediaan teknologi TIK bagi perempuan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan; mendorong partisipasi perempuan dalam industri teknologi, peningkatan kapasitas perempuan; dan menyiapkan pemimpin-pemimpin perempuan yang bisa tampil di berbagai institusi dan organisasi berbasis teknologi. 

baca juga:

Deputi Bidang Kesetaraan Gender, KPPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan, inisiatif gerakan Women in Tech ini merupakan kolaborasi penting dan nyata untuk bersama mendorong Perempuan Indonesia agar meningkatkan kapasitas dan partisipasinya di berbagai aspek kehidupan dan kerja. 

"Saya berharap inisiatif ini menginspirasi gerakan yang lebih masif dan melibatkan segenap pemangku kepentingan. Kita perlu menyatukan gerak langkah serta arah dalam rangka percepatan transformasi digital untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang juga mencakup upaya mencetak manusia Indonesia yang unggul, beradab dan memiliki penguasaan di bidang sains dan teknologi," kata Lenny dalam siaran pers, Minggu (25/9).

Saat ini, menurut data Pemerintah Indonesia, perempuan turut peran menopang ekonomi Indonesia melalui kewirausahaan. Lebih dari 50 persen pemilik kewirausahaan adalah perempuan. Sedangkan, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah saat ini berkontribusi hingga 60 persen bagi Produk Domestik Bruto di Indonesia.

Koordinator Kelompok Kebijakan Standarisasi dan Pemantauan SDM Keamanan Siber dan Sandi Negara, BSSN, Asri Setyowati menilai, Women in Tech yang digagas Huawei ini membawa pesan penting bahwa perempuan dan anak perempuan Indonesia harus memanfaatkan peluang besar ini.

Menurutnya, hal ini merupakan kesempatan emas sekaligus menegakkan kesetaraan gender serta meningkatkan kontribusi perempuan terhadap ekonomi digital melalui peningkatan kompetensi dan kemampuan perempuan di ranah siber selain penguasaan teknis operasional dan profesional di bidang siber. 

"Saya berharap perempuan Indonesia dapat mengambil bagian dalam percepatan pemulihan ekonomi digital pasca pandemi di tengah laju perkembangan teknologi dan ekonomi digital yang terjadi," ujar Asri.