Ekonomi

Dorong Kemandirian Petani Indonesia, Kementan dapat Tantangan dari Jokowi, Apa Itu?

Dorong Kemandirian Petani Indonesia, Kementan dapat Tantangan dari Jokowi, Apa Itu?
Panen padi varietas inpari 33 (DOKUMEN)

AKURAT.CO Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkomitmen untuk mendorong kemandirian petani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan pemerintah dalam menunjang kestabilan pangan nasional.

Ia menyebut Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendorong implementasi KUR bagi para petani untuk mendorong kemandiriannya. Melalui KUR, kata SYL, pemerintah memberikan permodalan untuk memutar komoditas pertanian yang ada.

"Kita harus dorong terus. KUR itu kebijakan dan program pemerintah. Dengan KUR, itu berarti permodalan-permodalan cukup untuk bisa dipakai memutar pertanian yang ada," kata SYL pada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (21/9/2022).

baca juga:

SYL menyebut kebijakan KUR mampu memberikan bantuan kepada para petani di kondisi pertanian yang sedang tidak menentu. Dengan kondisi yang ada, ia menilai bahwa dunia tengah membutuhkan komoditas dari sektor pertanian.

"Oleh karena itu, kita tentu sangat-sangat terseleksi apa yang bisa kita ekspor, mana untuk kepentingan nasional, orang lain juga menutup (ekspor) kok negaranya," kata SYL.

SYL mengatakan bahwa Kementan diberi amanah untuk menyiapkan makanan hingga dua tahun ke depan. Hal tersebut berdasarkan tantangan global dan cuaca ekstrem yang menurutnya tidak bisa dianggap enteng.

"Saya diminta presiden (Jokowi) untuk mempersiapkan makanan sampai dua tahun ini, harus bisa kita stok," katanya.

"Tentu stoknya dengan kualitas, karena pertanian itu kadang-kadang kalau lebih dari enam bulan, itu juga bisa bersoal dari segi berkualitas, oleh karena in-out-nya harus bisa dijaga," jelasnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi