Tech

Dorong Akselerasi Pertumbuhan Talenta AI, Ditjen Diktiristek dan NVIDIA Jalin Kerja Sama

Selama lima tahun ke depan, NVIDIA akan berkontribusi mendukung pertumbuhan talenta AI di Indonesia.


Dorong Akselerasi Pertumbuhan Talenta AI, Ditjen Diktiristek dan NVIDIA Jalin Kerja Sama
Ilustrasi Artificial Intelligence. (pixabay.com/geralt)

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan NVIDIA Corporation. Kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka untuk mengembangkan talenta digital Indonesia di bidang kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Kerja sama yang dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) ini merupakan upaya yang dilakukan Ditjen Diktiristek untuk mengakselerasi pertumbuhan talenta AI di Indonesia. Adapun lingkup dari kerja sama tersebut meliputi peningkatan kompetensi sumber daya manusia di perguruan tinggi Indonesia.  

Implementasinya dilakukan melalui berbagai aktivitas, seperti pelatihan keterampilan AI bagi dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum AI di perguruan tinggi, penerjemahan lokakarya dan diskusi penelitian, serta pengembangan dan dukungan ekosistem startup AI.

baca juga:

Pelaksana tugas (Plt.) Ditjen Diktiristek Nizam mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan tinggi khususnya di bidang teknologi digital. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan dari Presiden untuk menyiapkan jutaan talenta digital Indonesia untuk merespon transformasi digital.

“Penting bagi kita untuk memastikan generasi muda kita mampu menghadapi era revolusi industri 4.0 ini. Terutama dengan kompetensi AI, machine learning, deep learning, dan bidang lain yang dibutuhkan industri ini,” kata Nizam, dilansir dari laman Ditjen Diktiristek, Kamis (27/1/2022).

Sebelumnya, NVIDIA telah menyediakan dukungan infrastuktur berupa teknologi super komputer sebesar 25 petaFLOPS untuk pengembangan fasilitas DIKTI AI Centre. Kedepannya, NVIDIA juga akan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan talenta AI di Indonesia melalui pelatihan bagi dosen dan lebih dari 20 ribu mahasiswa dalam lima tahun ke depan. 

Vice President for Worldwide AI Initiatives NVIDIA, Keith Strier menjelaskan, salah satu tantangan terbesar di era saat ini adalah bagaimana ilmu-ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa dapat terus berkembang mengikuti perkembangan zaman yang cepat. Melalui kerja sama ini, mahasiswa Indonesia dari seluruh jurusan dapat memahami Artificial Intelligence, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang begitu cepat.

"Semua orang harus memahami implikasi dan impact dari AI. Terlepas dari bidang studi apapun yang mereka pelajari. Sebab, AI dapat merubah hampir seluruh sektor ekonomi. Tantangannya adalah bukan hanya kita harus fokus kepada ilmunya saja, tetapi kita harus membawa kesadaran mengenai AI agar lebih luas di seluruh sektor dan industri," ungkap Keith Strier.

Sementara itu, Asia Pacific Head and Vice President NVIDI, Raymond menyebutkan bahwa, populasi di Indonesia saat ini didominasi oleh usia muda memiliki yang potensi cerah dalam pengembangan AI. Ia percaya, dengan membuat program pelatihan dan project AI di Indonesia, mampu membuat perkembangan yang signifikan di ranah AI.

"NVIDIA akan membantu transformasi digital dalam peningkatan kompetensi AI di perguruan tinggi melalui NVIDIA Deep Learning Institute dan fasilitas pembelajarannya. Selain itu, NVIDIA akan melibatkan pengembang dalam proyek translasi industri, mengadakan lokakarya terkait NVIDIA AI software stacks, mengadakan camp pelatihan, dan mendukung startup untuk bergabung dalam program NVIDIA Inception," ujar Raymond.

Menurut Plt. Sekretaris Ditjen Diktiristek, Tjitjik Srie Tjahjandarie, proses penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut merupakan langkah awal untuk mempersiapkan generasi selanjutnya yang siap untuk bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan multidisipliner berbasis teknologi di Indonesia. Melalui program ini, diharapkan pengembangan pendidikan berbasis teknologi dapat didistribusikan secara merata di seluruh universitas di Indonesia.

"Perjanjian kerja sama ini dapat menjadi suatu motivasi untuk mengembangkan kemampuan para siswa dan alumni juga kualitas dosen dan tenaga pengajar di perguruan tinggi. Selain itu, melalui pengembangan ini dapat tercipta suatu kurikulum perguruan tinggi yang superior, dan sesuai untuk menghadapi tantangan di perubahan industri 5.0 dan 6.0," pungkas Tjitjik.