News

Donorkan Darah yang Positif HIV, Pria di Singapura Ini Terancam Denda Rp107 Juta

Donorkan Darah yang Positif HIV, Pria di Singapura Ini Terancam Denda Rp107 Juta


Donorkan Darah yang Positif HIV, Pria di Singapura Ini Terancam Denda Rp107 Juta
Ilustrasi donor darah (Mothership.sg)

AKURAT.CO, Seorang pria di Singapura nekat mendonorkan darah, meski ia terinfeksi HIV. Pria 37 tahun itu mengaku belum pernah berhubungan seks dengan pria lain sebelumnya dan mengklaim ingin membantu menambah persediaan darah saat pandemi COVID-19.

Dilansir dari Channel News Asia, ia lantas mengatakan kepada dokter bahwa ia melakukan seks oral dengan seorang pria pada tahun 2017 di sebuah bus di India. Ia mengira seks oral tidak termasuk dalam hubungan seks yang dimaksud petugas medis.

Untungnya, darahnya ketahuan positif HIV dan tidak digunakan. Namun, pria itu digugat bulan lalu dengan Undang-undang (UU) Penyakit Menular lantaran memberikan informasi palsu terkait dengan donor darah.

Pria yang tak disebutkan namanya ini pun datang ke pengadilan pada Rabu (3/3) untuk mengaku bersalah. Menurut pernyataan yang dibacakan jaksa, ia mendatangi Bloodbank@HSA pada 3 Mei tahun lalu untuk mendonorkan darahnya. Sebelumnya, ia harus mengisi Kuesioner Penilaian Kesehatan Donor, sebuah dokumen hukum berisi pengakuannya dan harus ia tanda tangani. Salah satu pertanyaannya adalah 'Sepanjang hidup Anda: Donor Pria: Apakah Anda pernah berhubungan seks dengan pria lain?'

Ia pun menjawab 'tidak'. Di halaman pertama dokumen, seks didefinisikan sebagai beragam tindakan penetrasi, termasuk seks oral. Namun, terdakwa mengabaikan bagian tersebut. Seorang dokter pun mengkroscek jawabannya dan ia mengiyakannya, menurut pernyataan fakta yang dibacakan di pengadilan.

Darahnya lantas dites dan dipastikan terinfeksi HIV. Setelah dokter menjelaskan bahwa seks oral dianggap sebagai seks, terdakwa baru mengaku melakukan seks oral tanpa kondom dengan seorang pria di bus pada tahun 2017.

Jaksa menuntut setidaknya 3 bulan penjara dan denda 10 ribu dolar Singapura atau Rp107 juta. Terdakwa bahkan sudah membawa koper saat datang ke persidangan lantaran ia siap untuk masuk penjara.

Kepada hakim, pria itu mengaku telah kehilangan pekerjaannya 8 bulan lalu dan tak bisa lagi bekerja di Singapura. Semua tabungannya sudah habis dan hanya tersisa 250 dolar Singapura (Rp2,6 juta) untuk sewa atau makanan.

Ia sekarang adalah pasien HIV dan tak mampu membayar perawatan karena subsidi tidak berlaku untuk WNA.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co