News

Doni Monardo Ungkap Setidaknya Ada Sembilan Bencana Setiap Hari di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang termasuk dalam daftar 35 negara rawan bencana.


Doni Monardo Ungkap Setidaknya Ada Sembilan Bencana Setiap Hari di Indonesia
Kepala BNPB Doni Monardo saat berkunjung ke kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (19/11/2020).

AKURAT.CO, Indonesia merupakan negara yang termasuk dalam daftar 35 negara rawan bencana. Dalam sehari, terdapat setidaknya sembilan bencana alam di Indonesia.

Kondisi itu seharusnya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dini masyarakat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Doni Monardo mengatakan, BNPB mencatat dalam rentang waktu satu tahun sejak Februari 2020, sedikitnya ada 3.253 kejadian bencana di Indonesia.

“Setiap hari setidaknya ada sembilan kali kejadian bencana yang terjadi, apakah itu gempa, tsunami, erupsi gunung berapi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021, Rabu (03/03/2021), di Istana Negara, Jakarta.

baca juga:

Untuk mengantisipasi dan menghadapi bencana tersebut, BNPB tak tinggal diam. Mereka terus berupaya untuk meningkatkan literasi kebencanaan. Literasi bencana itu dilakukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat akan bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Literasi kebencanaan sejak dini senantiasa kita perkuat dalam setiap kesempatan di tingkat tapak, kemudian pada pemerintah dan juga pemerintah daerah,” tuturnya.

Literasi bencana itu, kata dia, juga sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Rakornas Penanggulangan Bencana tahun sebelumnya. Dia mengatakan, Seluruh instansi pemerintah, TNI, Polri, dan pemerintah daerah harus terus bersinergi untuk melakukan berbagai upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan.

"Termasuk di dalamnya perencanaan pembangunan yang berlandaskan pengurangan risiko bencana melibatkan pakar untuk memprediksi ancaman, memperkuat sistem peringatan dini, menyusun rencana kontingensi, dan edukasi serta pelatihan kebencanaan,” ujar Doni.

Dia menambahkan, pihaknya terus melaksanakan beragam program sesuai arahan Presiden. Program itu dijalankan secara berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan kerja sama pentahelix.

“Pemerintah bersama akademisi, dunia usaha, komunitas, relawan, dan media terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan mulai dari tingkat individu, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu