Ekonomi

Dongkrak Lapangan Pekerjaan, Ini Syarat untuk Dapatkan Kartu Pra Kerja


Dongkrak Lapangan Pekerjaan, Ini Syarat untuk Dapatkan Kartu Pra Kerja
Diskusi CSIS dengan Tema Kartu Prakerja Sebagai Upaya Mewujudian SDM Unggul Indonesia Maju di Jakarta (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin menyatakan bahwa kartu Pra Kerja akan diprioritaskan kepada orang yang belum pernah bekerja.

"Kartu Pra Kerja ini bukan untuk yang nganggur melainkan bagi orang yang belum pernah bekerja, ini supaya kita bisa dorong mereka untuk segera mendapatkan pekerjaan baru," ucapnya ketika ditemui di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Rudy mengklaim sudah menjamin penerima manfaat kartu Pra Kerja ini tak diseleksi berdasarkan dari latar belakang kampus atau sekolahnya. Melainkan pihaknya akan menyeleksi orang yang tidak beruntung masuk ke sebuah perusahaan.

"Pra Kerja ini tidak dilihat dari lulusan kampus atau sekolah ternama, melainkan akan kami berikan bagi mereka yang tidak beruntung masuk kedalam suatu perusahaan," ujarnya.

Sedangkan kartu Pra Kerja ini akan diberikan bagi mereka yang sudah berumur di atas 18 tahun dan sedang tidak mengenyam pendidikan formal. Khususnya bagi para pencari kerja pertama (fresh graduate).

" Hal ini kita lakukan agar mampu memudahkan para pencari kerja mudah untuk memperoleh pengalaman kerja pertamanya, dan juga dalam kartu Pra Kerja ini akan langsung diberikan peningkatan serta melatih skill baru atau akan kita dorong menjadi wirausahawan," imbuhnya.

Sebagai informasi, Pemerintah saat ini sedang menggodok pelaksanaan program kartu Pra Kerja sebagai upaya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan peluncuran program kartu Pra Kerja ini nantinya akan diluncurkan bulan April 2020 mendatang.

"Kemungkinan April nanti baru bisa diluncurkan, saat ini kita lagi godok kesiapannya, Perpres (Peraturan Presiden) turun bentuk PMO (Project Management Office) tinggal direalisasikan saja abis itu," ucapnya ketika ditemui pasca Diskusi Program kartu Pra Kerja di Gedung CSIS, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Nantinya, pada dua hingga tiga bulan pertama, pemerintah akan mengujicobakan pelaksanaan program kartu prakerja di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Jawa Barat.

Adapun kawasan metropolitan dipilih lantaran jumlah pengangguran di wilayah ini tergolong cukup tinggi. Selain itu, kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan juga terhitung lebih besar.[]