Ekonomi

Dongkrak Industri Perikanan Bitung, Menteri Trenggono Dorong Penguatan SDM KKP

KKP terus berupaya meningkatkan kualitas SDM untuk mendorong geliat industri perikanan di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung


Dongkrak Industri Perikanan Bitung, Menteri Trenggono Dorong Penguatan SDM KKP
Potret Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di berbagai kegiatan (Instagram/swtrenggono)

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendorong geliat industri perikanan di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung. Di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri di setiap kampus perikanan di bawah naungan KKP.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Bitung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perikanan dunia. Dominasi ikan yang didaratkan di Bitung selama ini adalah tuna yang merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi. 

Untuk memaksimalkan potensi sumber daya perikanan tersebut menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui industri perikanan, dibutuhkan sumber daya manusia unggul, yaitu yang siap terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha. Baik di bidang perikanan tangkap, budidaya hingga pengolahan.

"Yang dibutuhkan industri misalnya bukan hanya di bidang pengolahan saja tapi juga soal budidaya, maka pendidikan di politeknik akan diarahkan ke budidaya. Kemudian kira-kira dalam 20 tahun yang akan datang  kebutuhannya apa, lalu akan disiapkan menuju ke level yang dibutuhkan," ujar Menteri Trenggono saat berkunjung di Kota Bitung, Selasa (5/10/2021).

Di Bitung, Menteri Trenggono melihat langsung kegiatan praktik taruna  taruni Politeknik Kelautan Perikanan, seperti docking kapal, pembuatan alat tangkap, dan pengolahan ikan tuna. Kemudian ia turut mencicipi aneka makanan hasil produksi anak didik.

Menteri Trenggono juga mengunjungi Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung. Balai ini rutin memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat sebagai upaya mendorong produktivitas untuk menambah pendapatan maupun meningkatkan daya saing produk perikanan yang dihasilkan.

"Penyuluhan dan pelatihan ini harus rutin ke masyarakat, supaya masyarakat punya keahlian untuk menambah penghasilan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik KP Bitung Daniel Ndahawali mengatakan dalam mendidik taruna dan taruni pihaknya menggunakan model pembelajaran teaching factory. Sehingga saat lulus, mereka siap terjun ke dunia kerja dan dilengkapi dengan sejumlah sertifikat.

Beberapa sertifikat yang dimaksud meliputi Ahli Nautikal Kapal Penangkapan Ikan Tingkat 1 (Ankapin), Basic Safety Training, sertifikat kompetensi dan buku pelaut.

Model pembelajaran teaching factory di Politeknik KP Bitung turut mendatangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), salah satunya melalui kegiatan docking kapal. Peserta didik terlibat langsung dalam kegiatan tersebut didampingi tenaga pengajar dan praktisi yang sehari-hari bekerja di bidang itu.[]