News

Donasi Rp 2 T Akidi Tio Masih Diangan, Fadli Zon: Kalau Bohong Bisa Dikenakan Pasal

"Mari kita tunggu sampai Senin sore nanti," kata Fadli Zon.


Donasi Rp 2 T Akidi Tio Masih Diangan, Fadli Zon: Kalau Bohong Bisa Dikenakan Pasal
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meluncurkan buku Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy di ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2019). Peluncuran buku yang juga disertai diskusi Perkuatan Diplomasi Parlemen itu dihadiri Din Syamsuddin, mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda, sejumlah perwakilan negara sahabat, dan tamu undangan. Buku Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy berisi koleksi makalah dan pidato Fad (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menyoal uang sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio yang tak jelas adanya.

Bermula saat dia merespon cuitan pakar media sosial Ismail Fahmi yang mengkolase pemberitaan soal sumbangan Akidi Tio itu.

"Hari masih pagi, mari kita tunggu sampai Senin sore nanti apakah akan masuk sumbangan Rp 2 T," ujar Fadli di Twitter pribadinya @fadlizon, Senin (2/8/2021).

Menurut Fadli Zon, jika uang sumbangan tersebut tidak benar adanya maka bisa saja dikenakan pasal hukum. "Kalau masuk berarti ini semacam mukjizat. Kalau ternyata bohong, bisa dikenakan pasal-pasal di UU No.1 tahun 1946," kata dia.

Netizen pun mulai mempertanyakan uang sumbangan tersebut. "Sudah heboh duluan uang belum masuk bang?" kata @Suhendi52538619.

"Ternyata cuma PRANK semoga tidak berimbas pada kapolda sumsel," ujar @Dennyirvan09

"Harusnya sebelum disumbangkan secara simbolis, dipastikan dulu, posisi uang itu, apakah ada kendala atau tidak ketika ditarik/dicairkan di Indonesia," tulis @Johar10335073.

Sebagaimana diketahui, keluarga mendiang Akidi Tio menyumbangkan bantuan dana Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. 

Keluarga yang disebut dermawan tersebut kerap memberikan bantuan rutin ke masyarakat tanpa adanya publikasi dari media. Bahkan disebutkan, sebelum pandemi Covid-19, keluarga Akidi Tio sering membantu sejumlah panti jompo di Palembang.

Terkait sumbangan itu, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri S kepada wartawan kala itu mengatakan akan ada tim pengelola atau ahli yang akan membahas sekaligus mengalokasikan bantuan dan donasi tersebut. Untuk penyaluran, Kapolda akan mengomunikasikan kepada pihak yang ahli agar bisa disalurkan baik sebagai upaya preventif dan penanggulangan Covid-19.[]