News

Donasi Gempa Cianjur Terkumpul Rp10,5 Miliar, 11 Orang Masih Hilang 

Donasi Gempa Cianjur Terkumpul Rp10,5 Miliar, 11 Orang Masih Hilang 
Bupati Cianjur, Herman Suherman (ketiga kanan), bersama unsur pimpinan daerah dalam konferensi pers darurat bencana gempa di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat (2/12/2022). (Antara/Feri Purnama)

AKURAT.CO Jumlah donasi bantuan untuk penanganan bencana gempa bumi yang diterima Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencapai Rp10,5 miliar yang bersumber dari berbagai pihak.

"Perlu kami sampaikan, rekapitulasi donasi per hari Jumat, 2 Desember 2022, sampai pukul 15.00 WIB sudah masuk sebesar Rp10.542.728.750," kata Bupati Cianjur, Herman Suherman, dalam konferensi pers darurat bencana gempa di Pendopo Kabupaten Cianjur.

Dia mengatakan, gempa bumi di Cianjur mendapat perhatian dari berbagai pihak yang kemudian menyalurkan bantuan berupa uang serta bentuk lainnya seperti pangan maupun non-pangan.

baca juga:

Besaran donasi yang saat ini sudah terkumpul bersumber dari 57 instansi pemerintahan. Ada juga dari lembaga atau organisasi bukan pemerintahan serta perorangan.

"Donasi tersebut terdiri dari 57 instansi pemerintah, 81 lembaga organisasi non-pemerintah dan 509 perorangan," beber Herman.

Herman mewakili Pemkab Cianjur dan seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi menyampaikan terima kasih kepada para donatur maupun dermawan yang sudah membantu.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Cianjur dan seluruh warga masyarakat yang terkena bencana alam mengucapkan terima kasih apresiasi setinggi-tingginya kepada donasi donatur yang telah memberikan rezekinya untuk warga masyarakat Kabupaten Cianjur, khususnya yang terkena bencana alam," jelasnya.

Selain bantuan uang maupun logistik pangan, ada juga bantuan tenaga dari berbagai instansi dan sukarelawan yang tercatat sebanyak 445 organisasi dengan total sebanyak 6.223 personel, yang diatur penyebarannya untuk membantu masyarakat korban bencana.

Selain itu, ada bantuan berupa pengoperasian 20 dapur umum yang dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari kabupaten/kota maupun delapan provinsi.

"Jumlah personel 524 orang yang telah mendistribusikan ke 84.147 porsi makanan untuk korban dan relawan. TNI mengoperasikan tiga dapur umum, Polri tujuh dapur umum," kata Herman.

Sementara itu, korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 bertambah dua orang yang sempat menjalani perawatan di RSHS, Bandung, sehingga total menjadi 331 orang.

Herman mengatakan, dua korban luka berat warga Kecamatan Cugenang meninggal dunia setelah delapan hari menjalani perawatan di rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

"Korban sebelumnya sempat mendapatkan pertolongan medis di RSUD Sayang, Cianjur, namun luka yang diderita perlu penanganan khusus langsung dirujuk ke RSHS, Bandung, dan hari ini dilaporkan meninggal dunia, sehingga jumlah korban meninggal bertambah menjadi 331 orang," jelasnya.

Sedangkan terkait pencarian 11 korban yang dilaporkan masih hilang di lokasi longsor akibat gempa di Desa Cijedil dan Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, sudah diperpanjang sampai Sabtu (3/12/2022) dan kemungkinan akan diperpanjang setelah evaluasi pada petang harinya.

Proses pencarian hari ke-12 pasca-gempa yang dilakukan Tim SAR gabungan di dua titik longsor tersebut belum membuahkan hasil dan tidak dapat berjalan maksimal karena sejak Jumat siang hingga petang hujan kembali turun.

"Karena hujan turun deras sejak siang membuat pencarian dihentikan dan akan dimaksimalkan besok (Sabtu, 3/12/2022)," kata Herman.

Pasca-gempa, Tim SAR gabungan mencatat masih ada 11 orang hilang yang diduga tertimbun di lokasi longsor Sate Sinta-Cijedil dan Jalan Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, sesuai laporan keluarga, sehingga pencarian akan dimaksimalkan pada hari terakhir dengan harapan jenazah korban dapat ditemukan.

"Kita lihat hasil evaluasi besok untuk menentukan apakan diperpanjang atau dihentikan, namun upaya maksimal dapat membuahkan hasil," demikian Herman.