Tech

Donald Trump Ogah Bantu, Tim Transisi Joe Biden Terpaksa Bangun Keamanan Sibernya Sendiri

Pemerintahan Trump disebut telah menghentikan agen federal memberi dukungan keamanan siber bagi tim Joe Biden


Donald Trump Ogah Bantu, Tim Transisi Joe Biden Terpaksa Bangun Keamanan Sibernya Sendiri
Selisih perolehan suara Joe Biden atas Donald Trump telah menembus 6 juta suara pada Jumat (20/11) (AFP)

AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden sedang bersiap untuk mengambil alih kekuasaan dari Donald Trump. Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, tim transisi Biden tidak mendapatkan dukungan keamanan siber yang biasanya diberikan. Artinya, tim Biden menjadi rentan terhadap serangan dunia maya.

Biasanya, tim administrasi yang berhenti akan membantu tim transisi terkait hal-hal seperti menyiapkan akun email pemerintah dan memastikan akun tersebut dilindungi.

Namun, pemerintahan Trump disebut telah menghentikan agen federal untuk memberikan dukungan itu. Membuat tim transisi Biden untuk menjaga keamanan sibernya sendiri.

Tim menggunakan jaringan Google Workspace berbayar, dan semua staf diharuskan menggunakan kunci keamanan fisik untuk masuk ke akun untuk meningkatkan keamanan. Informasi disimpan di drive bersama dengan akses terbatas. Para staf telah diberi pengarahan tentang praktik terbaik keamanan.

"Kami bersiap untuk memerintah selama pandemi global dan resesi ekonomi, semua sambil bekerja dari jarak jauh," kata seorang pejabat transisi dalam sebuah pernyataan kepada The Verge.

“Sejak awal transisi, kami telah berinvestasi dalam sistem dan proses TI terbaik di kelasnya,” tambahnya, dikutip dari The Verge, Minggu (22/11).