News

Donald Trump Gugat CNN hingga Minta Ganti Rugi Rp7,2 Triliun, Kenapa Sih?

Donald Trump Gugat CNN hingga Minta Ganti Rugi Rp7,2 Triliun, Kenapa Sih?
Donald Trump menggugat CNN untuk pencemaran nama baik, mencari ganti rugi hingga USD475 juta dengan tuduhan bahwa jaringan berita tersebut telah melakukan 'kampanye fitnah' terhadapnya (NYPost)

AKURAT.CO  Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menggugat jaringan TV kabel CNN hingga menuntut ganti rugi sebesar USD475 juta (Rp7,2 triliun).

Menurut The Guardian, gugatan itu diajukan ke pengadilan federal di Fort Lauderdale, Florida pada Senin (3/10), dengan tuduhan bahwa CNN telah mencemarkan nama baik Trump.

Trump beranggapan bahwa stasiun berita kabel AS itu telah berusaha menjelek-jelekkannya, dengan 'serangkaian label yang memalukan, salah, dan memfitnah'. CNN telah mengecapnya 'rasis', 'antek Rusia', 'pengacau' dan akhirnya membandingkannya dengan 'Hitler', klaim tim pengacara Trump.

baca juga:

Trump pun mengeklaim bahwa CNN telah menggunakan pengaruhnya yang besar sebagai organisasi berita terkemuka untuk mengalahkannya secara politik

"Selain hanya menyoroti informasi negatif tentang penggugat dan mengabaikan semua informasi positif tentangnya (Trump), CNN telah berusaha untuk menggunakan pengaruhnya yang besar, konon sebagai sumber berita 'tepercaya', untuk mencemarkan nama baik penggugat di benak pemirsa dan pembacanya untuk tujuan tersebut mengalahkannya secara politik," bunyi gugatan Trump, yang dilaporkan setebal 29  halaman.

CNN menolak mengomentari kasus ini.

Trump, seorang anggota Partai Republik, kemudian mengeklaim bahwa CNN memiliki rekam jejak panjang dalam mengkritisinya. Namun, menurutnya, mereka telah meningkatkan serangannya dalam beberapa bulan terakhir. Trump pun mengeklaim alasan bahwa outlet berita AS itu khawatir jika ia mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada pemilihan 2024 mendatang.

"Sebagai bagian dari upaya bersama untuk memiringkan keseimbangan politik ke kiri, CNN telah mencoba untuk menodai penggugat," kata gugatan Trump.

Gugatan itu juga mencantumkan beberapa contoh di mana CNN tampaknya telah membandingkan Trump dengan Hitler. Ini termasuk laporan khusus pada Januari 2022, di mana pembawa acara Fareed Zakaria menyertakan rekaman diktator Jerman abad ke-20 tersebut.

Trump, pada tahun 2020, tumbang dalam upaya pemilihan ulang dari saingan Demokratnya, Joe Biden. Sejak itu, ia belum mengatakan secara resmi apakah dia akan mencalonkan diri kembali. Namun, eks pemimpin AS itu dianggap telah memberikan banyak sinyal atau petunjuk bahwa dia akan bertarung dalam pemilihan berikutnya.

Gugatan itu, bagaimanapun, muncul ketika Trump tengah menghadapi masalah hukum yang cukup besar. Ini termasuk penyelidikan kriminal oleh Departemen Kehakiman AS (DoJ). Trump dituduh telah menyimpan catatan pemerintah di properti mewah miliknya, Mar-a-Lago di Florida setelah meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2021.

Bulan lalu, Trump digugat oleh jaksa agung negara bagian New York, Leticia James. Jaksa itu telah menuding Trump dan anak-anaknya berbohong kepada bank dan perusahaan asuransi tentang nilai asetnya.

Baik komite kongres dan DoJ, keduanya juga secara terpisah masih menyelidiki serangan Capitol 6 Januari tahun lalu, yang dilakukan oleh para pendukung Trump.

Trump, yang saat ini berusia 76 tahun, juga dituntut oleh penulis E Jean Carroll dalam kasus yang melibatkan dugaan pemerkosaan.[]