News

Donald Trump Berikan Microsoft Waktu 45 Hari untuk Mengakuisisi TikTok


Donald Trump Berikan Microsoft Waktu 45 Hari untuk Mengakuisisi TikTok
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan memberi lampu hijau bagi Microsoft untuk mengakuisisi TikTok (Bangkok Post)

AKURAT.CO, Pernyataan kontras kembali dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pasalnya, setelah mengharamkan TikTok untuk warganya, Trump kini justru memberi ruang bagi Microsoft Corp untuk mengakuisisi alias membeli aplikasi tersebut.

Seperti dilansir dari Reuters, tiga sumber menyebut bahwa Trump telah memberi lampu hijau bagi Microsoft untuk membeli TikTok. Tidak hanya itu, Trump bahkan disebutkan memberi kelonggaran waktu hingga 45 hari bagi Microsoft untuk mengamankan kesepakatan.

Sebelumnya, Trump memang sempat membuat geger setelah pada Jumat (31/7) pekan lalu, ia berencana untuk melarang TikTok. Alasannya pun kala itu masih berkutat pada kekhawatiran status kepemilikan China terhadap risiko keamanan nasional. 

Kala itu, Trump juga disebutkan sempat menolak usulan penjualan TikTok ke Microsoft. Namun, sebagaimana diwartakan oleh Economic Times, Trump kemudian dilaporkan mengadakan diskusi dengan CEO Microsoft, Satya Nadella. Setelah perundingan tersebut, Washington pun langsung menyatakan bahwa Microsoft telah melanjutkan negosiasi untuk mengakuisisi TikTok dari ByteDance.

Ketika itu, Microsoft juga menjelaskan bahwa pihaknya akan berupaya mencapai kesepakatan akuisisi setidaknya pada 15 September mendatang.

Hingga kini, belum jelas ihwal apa yang menyebabkan Trump berubah pikiran. Namun, sejumlah anggota parlemen Partai Republik terkemuka diketahui sempat gencar mendesak penjualan TikTok ke Microsoft.

Seorang sumber Reuters juga menyebut bahwa Trump telah beralih sikap terutama setelah ia mendapatkan tekanan dari beberapa penasihat sekaligus kawan sejawat di Republik.

Selain itu, perubahan kebijakan Trump ini juga disinyalir sebagai imbas dari antisipasi suara anak muda menjelang pemilihan umum November mendatang. Pasalnya, seperti diketahui, pengguna TikTok di AS didominasi oleh kaum generasi muda.

"Ini 'win-win solution'," cuit senator Republik Lindsey Graham di Twitter.

Donald Trump Berikan Microsoft Waktu 45 Hari untuk Mengakuisisi TikTok - Foto 1
Reuters/Florence Lo

Sementara itu, negosiasi antara ByteDance dan Microsoft akan diawasi oleh Komite Investasi Asing di AS (CFUS). Sedangkan CFUS sendiri pada dasarnya adalah panel pemerintah AS yang berfungsi untuk meninjau transaksi investasi asing serta memiliki hak untuk memblokir perjanjian.

Meski begitu, Microsoft tetap menekankan bahwa tidak ada kepastian bahwa kesepakatan akan tercapai.

"Microsoft sepenuhnya menghargai pentingnya mengatasi kekhawatiran Presiden. Microsoft berkomitmen untuk mengakuisisi TikTok dengan tunduk pada tinjauan keamanan lengkap dan memberikan manfaat ekonomi yang tepat kepada AS, termasuk Lembaga Perbendaharaan AS," terang Microsoft dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, ByteDance dan Gedung Putih diketahui belum segera menanggapi permintaan komentar terkait dengan pernyataan Microsoft.

Namun, dengan tidak menyebut TikTok secara langsung, ByteDance mengatakan pihaknya menghadapi 'kesulitan yang kompleks serta tak terbayangkan' dalam urusan mencapai global. Pernyataan ini pun baru disampaikan ByteDance pada Minggu malam waktu setempat.

Ketika hubungan antara AS-China memburuk karena perdagangan, otonomi Hong Kong, keamanan siber hingga pandemi COVID-19, TikTok tercatat telah muncul sebagai 'titik nyala' dalam perselisihan Washington-Beijing.

Surat kabar pro-Beijing, China Daily pada hari Senin bahkan menyebut ByteDance sebagai korban 'perburuan penyihir' dari AS. Media ini juga mengatakan bahwa Washington belum memberikan bukti untuk mendukung tudingan bahwa TikTok merupakan ancaman keamanan nasional AS.

Sementara itu, di bawah kesepakatan yang diusulkan, Microsoft mengatakan akan mengambil alih operasi TikTok di AS, Kanada, Australia serta Selandia Baru. Dikatakan pula bahwa Microsoft akan memastikan bahwa semua data pribadi pengguna TikTok ditransfer serta diamankan oleh AS.[]