Ekonomi

Dolar AS Sedikit Terpeleset Gara-gara The Fed


Dolar AS Sedikit Terpeleset Gara-gara The Fed
Petugas jasa penukaran uang asing PT Ayu Masagung menunjukan pecahan uang 100 dolar AS di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (1/3). Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS melemah dan menyentuh Rp13.800 per Dolar AS (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kurs dolar AS sedikit berubah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (29/1/2020), setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga acuan, suku bunga dana federal pada 1,5 hingga 1,75 persen. "(FOMC) menilai bahwa sikap saat ini dari kebijakan moneter sesuai untuk mendukung ekspansi berkelanjutan kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi kembali ke tujuan simetris Komite dua persen," kata bank sentral AS dalam sebuah pernyataan.

The Fed mencatat bahwa kegiatan ekonomi AS telah meningkat pada "tingkat moderat" sejak pertemuan terakhir pada Desember dengan pengeluaran rumah tangga meningkat pada "kecepatan sedang," sementara investasi, bisnis dan ekspor "tetap lemah".

"Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi yang diredam, ketika bank menilai jalur yang tepat dari kisaran target suku bunga dana federal," tambahnya.

Pada konferensi pers Rabu sore (29/1/2020), Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa beberapa ketidakpastian seputar perdagangan "telah berkurang baru-baru ini" dan ada beberapa tanda bahwa pertumbuhan global "mungkin stabil" setelah menurun sejak pertengahan 2018.

"Pengurangan berkelanjutan dalam ketidakpastian dari waktu ke waktu akan meningkatkan sentimen bisnis dan investasi, yang akan memberikan dukungan tambahan bagi perekonomian," kata Powell. Ia menambahkan bahwa ketidakpastian kebijakan perdagangan tetap meningkat dan bisnis terus mengidentifikasi sebagai risiko yang berkelanjutan.

Powell juga mengatakan bahwa bank sentral secara hati-hati memantau situasi wabah virus corona baru dan terlalu dini untuk mengatakan apa dampaknya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,01 persen menjadi 98,0070 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT).

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1020 dolar AS dari 1,1017 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3022 dolar AS dari 1,3007 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6760 dolar AS dari 0,6751 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,05 yen Jepang, lebih rendah dari 109,14 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS tidak berubah mendekati 0,9731 franc Swiss dari 0,9731 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3192 dolar Kanada dari 1,3169 dolar Kanada. []

Sumber: Antara