News

Doktrin Keahlian Prajurit Disesuaikan dengan Modernisasi Alutsista


Doktrin Keahlian Prajurit Disesuaikan dengan Modernisasi Alutsista
Prajurit dan tank yang dimiliki Batalyon Armed 4/105 GS di Cimahi, Bandung, Jawa Barat. (AKURAT.CO/Deni Muhtarudin)

AKURAT.CO, Doktrin mengenai penguasaan senjata para prajurit pasti disesuaikan dengan semakin canggihnya Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dimiliki oleh TNI.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) TNI AD, Kolonel Arm Purbo Prastowo, saat menanggapi penggunaan alutsista terbaru yakni Meriam Caesar 155, Roket Astros dan Meriam GS M109A4-BE Howitzer.

Kolonel Purbo mengungkapkan, dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir ini, perkembangan kecanggihan persenjataan yang dimiliki Batalyon Armed memang sangat luar biasa pesat.

baca juga:

"Banyak alutsista baru dan modern datang. Tentunya alat-alat ini membutuhkan sistem operasi yang beda daripada yang lama. Oleh karena itu, termssuk doktrin-doktrin berubah," ungkapnya saat ditemui di Markas Pussenarmed, Cimahi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019).

Purbo menjelaskan, pembaharuan doktrin tersebut menjadi salah satu tugas dari Direktorat Pembinaan Doktrin (Dirbindok) Pussenarmed.

"Salah satu tugas Dirbindok untuk membuat doktrin yang disesuaikan dengan alutsista yang baru dan disesuaikan juga dengan alutsista di kecabangan lain," ujarnya.

Terkait penyesuaian dengan kecabangan lain tersebut, lanjut Purbo, hal itu dikarenakan setiap satuan atau kecabangan tidak bisa berdiri sendiri dan bekerja sendiri saat melakukan sebuah operasi.

"Kavaleri, artileri enggak bisa diri sendiri, walaupun ada kemampuan untuk melakukan serangan artileri. Oleh karena itu, doktrin-doktrin yang dibuat harus menyesuaikan, baik untuk Armed itu sendiri ataupun untuk kecabangan lain, supaya bisa sinkron," katanya.

Sekadar informasi, saat ini Batalyon Armed telah memiliki alutsista terbaru dan tercanggih yakni Meriam Caesar 155, Roket Astros dan Meriam GS M109A4-BE Howitzer. Ketiga alutsista ini memiliki tingkat kecanggihan dan kesulitan penggunaannya masing-masing.

Meriam Caesar 155 adalah sebuah meriam berkaliber 155 mm yang memiliki daya tembak sejauh 39 hingga 40 Km. Meriam ini dibuat PT Nexter, sebuah perusahaan persenjataan di Roanne, Prancis.

Sedangkan Roket Astros, memiliki jarak capai kurang lebih 80 Km dan jarak 300 Km jika kembangkan dengan daya hancur kurang lebih 52 hektar.

Kemudian Meriam GS M109A4-BE Howitzer adalah howitzer self-propelled dengan kaliber 155 mm asal Amerika. Howitzer ini telah digunakan selama bertahun-tahun oleh tentara Belgia, dengan modifikasi berkelanjutan dan upgrade dari versi dasar. Sebuah menara besar dipasang di bagian belakang sasis. Howitzer ini dipersenjatai dengan meriam 155 mm dan machine gun sebagai  pertahanan kaliber 12,7 mm.[]